Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara nilai-nilai agama dan struktur budaya dalam membentuk etika lingkungan masyarakat serta mengatasi krisis ekologi global. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian pustaka (library research). Pengumpulan data dilakukan secara sistematis memanfaatkan perangkat mesin pencari Publish or Perish (PoP) melalui database Google Scholar, dan ResearchGate. Data yang terkumpul disaring menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis serta interpretasi isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama dan struktur budaya memiliki hubungan simbiotis yang kuat dalam menciptakan kesadaran ekologis. Agama berfungsi sebagai penyedia legitimasi moral dan doktrin teologis yang abstrak, sementara struktur budaya lokal bertindak sebagai jembatan operasional yang mentransformasikan nilai spiritual tersebut menjadi aksi nyata pelestarian alam dalam kehidupan sehari-hari. Melalui rekonstruksi pendidikan agama Islam yang integratif dan penerapan prinsip ekoteologi, paradigma antroposentris yang eksploitatif dapat digeser menjadi kesadaran ekosentris yang holistik. Di tengah tantangan pembangunan ekonomi modern, penguatan modal spiritual dan kebudayaan terbukti menjadi penyeimbang krusial demi menjaga harmoni sosial sekaligus mencegah destruksi ekosistem. Studi ini menegaskan bahwa keberhasilan pelestarian alam sangat bergantung pada integrasi harmonis antara teks keagamaan yang normatif dengan struktur sosial kemasyarakatan yang praktis.
Copyrights © 2026