Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, termasuk tanaman obat tradisional. Salah satu yang banyak dimanfaatkan di Sumatera Utara adalah daun pirdot (Saurauia vulcani Korth.), yang dipercaya berkhasiat sebagai antidiabetes, antibakteri, dan antiinflamasi. Namun, informasi ilmiah mengenai kandungan metabolit sekundernya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi metabolit sekunder daun pirdot melalui uji fitokimia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan skrining fitokimia pada ekstrak etanol daun pirdot. Uji alkaloid dilakukan menggunakan pereaksi Mayer dan Dragendorff, uji flavonoid dengan metode Shinoda, dan uji saponin dengan metode busa. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya endapan putih pada pereaksi Mayer, sedangkan pereaksi Dragendorff tidak menghasilkan endapan merah jingga sehingga keberadaan alkaloid belum menunjukkan hasil positif yang kuat. Ekstrak daun pirdot positif mengandung flavonoid yang ditandai perubahan warna cokelat kemerahan serta saponin yang ditandai terbentuknya busa stabil. Hasil ini menunjukkan daun pirdot mengandung metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, dan antidiabetes.
Copyrights © 2026