Penelitian ini mengkaji dinamika komunikasi persuasif penceramah agama di platform TikTok melalui pendekatan Tinjauan Literatur Sistematis (SLR). Berdasarkan sintesis tematik terhadap publikasi akademik lima tahun terakhir dari Scopus, DOAJ, dan Google Scholar, hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah digital tidak mengalami degradasi, melainkan berevolusi menyesuaikan logika algoritma dan ekonomi atensi. Para penceramah merekonstruksi retorika klasik (etos, patos, logos) dengan menanggalkan atribut formal demi autentisitas personal, memadukan penceritaan emosional dengan elemen audio-visual populer, serta menyederhanakan teologi kompleks menjadi solusi pragmatis-terapeutik. Transformasi ini berhasil membangun ikatan parasosial yang kuat dan partisipasi audiens yang aktif. Namun, mediatisasi agama tingkat lanjut ini juga memunculkan problematika etis ketika pesan sakral keagamaan terkomodifikasi oleh infiltrasi praktik komersial. Kajian ini memberikan landasan teoretis baru bagi diskursus sosiologi media dan komunikasi agama di era siber.
Copyrights © 2026