Etilen merupakan hormon tanaman yang memainkan peran krusial dalam proses pematangan buah dan senesens sayuran. Pengelolaan etilen yang tidak tepat pascapanen dapat mempercepat penurunan kualitas produk hortikultura. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh paparan etilen, baik dari sumber alami maupun eksogen, terhadap laju pematangan buah klimaterik dan tingkat kerusakan pada sayuran non-klimaterik. Metode: Praktikum dilakukan dengan membandingkan tiga perlakuan penyimpanan: kontrol (ruang terbuka), paparan etilen alami (interaksi antar buah), dan aplikasi etilen eksogen dalam ruang tertutup. Komoditas yang diuji meliputi pisang dan alpukat (klimaterik) serta buncis, kubis, dan cabai (non-klimaterik). Parameter yang diamati secara visual selama 4 hari meliputi perubahan warna, tekstur, dan gejala fisik kerusakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi etilen eksogen dalam wadah tertutup secara signifikan mempercepat pematangan buah pisang dan alpukat dibandingkan kontrol, yang ditandai dengan pelunakan tekstur dan perubahan warna kulit yang lebih cepat. Sebaliknya, pada sayuran non-klimaterik seperti buncis dan kubis, paparan etilen memicu degradasi klorofil (penguningan) dan hilangnya turgiditas yang lebih cepat dibandingkan penyimpanan tanpa etilen. Keberadaan etilen mempercepat proses fisiologis pematangan pada buah klimaterik, namun merugikan bagi kualitas sayuran nonklimaterik. Hasil ini menegaskan pentingnya pemisahan komoditas penghasil etilen dengan komoditas sensitif etilen selama transportasi dan penyimpanan untuk memperpanjang masa simpan.
Copyrights © 2026