Tuberkulosis (TB) Paru merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan penanggulangan TB Paru di Puskesmas Awal Terusan Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Informan penelitian berjumlah 9 orang yang terdiri dari pihak Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, pengelola program TB, tenaga kesehatan, dan tenaga farmasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan metode Colaizzi dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penanggulangan TB Paru telah berjalan sesuai RPJMN 2020–2024 serta didukung SOP, juklak, dan juknis yang jelas. Program juga didukung komitmen lintas sektor antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan stakeholder terkait. Namun, pelaksanaan program belum optimal karena masih terdapat kendala berupa keterbatasan SDM, kurang aktifnya PMO dan kader kesehatan, belum tersedianya laboratorium TCM, kendala distribusi obat, serta stigma masyarakat terhadap penderita TB.
Copyrights © 2026