Kemampuan motorik halus merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang perlu distimulasi melalui kegiatan pembelajaran yang menarik dan bermakna. Berdasarkan hasil observasi di Taman Kanak-Kanak Negeri Wijaya Kusuma Kabupaten Bengkulu Utara, sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam kegiatan menggunting, menempel, dan menyusun bahan karena penggunaan media pembelajaran yang kurang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan kolase dua dimensi menggunakan bahan sisa. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 11 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Indikator kemampuan motorik halus yang diamati meliputi kemampuan menggunting, menempel, dan menyusun bahan pada pola gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan pada setiap siklus, yaitu dari 36% pada pra siklus menjadi 72% pada siklus I dan meningkat menjadi 91% pada siklus II. Kegiatan kolase dua dimensi menggunakan bahan sisa terbukti mampu meningkatkan koordinasi mata dan tangan, ketelitian, kreativitas, serta keterampilan anak dalam menggunting, menempel, dan menyusun bahan secara lebih terarah. Dengan demikian, penggunaan bahan sisa sebagai media kolase dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini.
Copyrights © 2026