Lembaga Buddhis kian menonjol sebagai aktor sosial yang mampu memperkuat kesehatan masyarakat melalui pendekatan spiritual, edukatif, dan berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan mengkaji model pemberdayaan kesehatan yang diprakarsai lembaga Buddhis serta menelaah kontribusinya terhadap peningkatan kesejahteraan fisik dan mental masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan evaluatif kualitatif melalui wawancara mendalam dengan tenaga kesehatan dan pengurus vihara, observasi program, serta analisis dokumen lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan berbasis nilai Buddhis berhasil memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kesehatan, meningkatkan akses layanan dasar, serta mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup lebih sehat. Integrasi nilai etika Buddhis khususnya karuṇā (welas asih) dan mettā (cinta kasih) bersama dukungan sosial komunitas dan kolaborasi formal dengan tenaga kesehatan terbukti menjadi faktor kunci keberhasilan pemberdayaan. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model layanan kesehatan berbasis agama yang berorientasi pada keberlanjutan dan kesejahteraan sosial.
Copyrights © 2026