Penelitian ini bertujuan mengkaji makna di balik nama-nama kain sesek Suku Sasak di Desa Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Kain sesek merupakan warisan budaya bernilai estetis, historis, dan filosofis, di mana setiap penamaan motif tidak hanya menjadi identitas visual, tetapi juga memuat simbol-simbol kepercayaan, adat, dan pandangan hidup masyarakat Sasak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan enam nama utama kain sesek, yaitu Subahnale, Sri Menanti, Sabuk Peraban, Londong Abang Ragi Genap, Pucuk Rebong, dan Bintangan. Masing-masing mengandung nilai religius, sosial, dan budaya, seperti doa dan pujian kepada Tuhan, simbol kesabaran, pengharapan, ikatan persaudaraan, kelengkapan hidup, pertumbuhan, serta kemuliaan. Simbol-simbol tersebut menegaskan bahwa penamaan kain sesek merupakan bentuk komunikasi budaya yang merefleksikan identitas dan kearifan lokal masyarakat Sasak. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pelestarian budaya, pengembangan pendidikan seni rupa, serta menjadi rujukan bagi kajian etnolinguistik dan antropologi budaya.
Copyrights © 2025