Pertumbuhan penduduk perkotaan yang pesat mendorong meningkatnya kebutuhan ruang dan memicu munculnya permukiman kumuh, terutama di Bandar Lampung yang berstatus sebagai Pusat Kegiatan Nasional. Permukiman kumuh ditandai dengan bangunan tidak layak, kepadatan tinggi, serta sarana prasarana yang buruk sehingga menurunkan kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat kekumuhan di Kecamatan Panjang, khususnya Kelurahan Pidada. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dokumentasi, serta data sekunder, dengan sampel 100 responden menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan Kelurahan Pidada termasuk kategori kumuh sedang dengan skor 580 berdasarkan parameter Direktorat Pengembangan Permukiman. Faktor utama penyebab kekumuhan meliputi jalan lingkungan rusak, drainase tidak berfungsi, rendahnya pelayanan sampah, serta kepadatan bangunan yang melebihi standar teknis. Disimpulkan bahwa kawasan ini membutuhkan penanganan komprehensif dan berkelanjutan guna menciptakan lingkungan hunian yang layak dan sehat. Kata kunci: permukiman kumuh; identifikasi; Bandar Lampung; Pidada; infrastruktur
Copyrights © 2026