Kebutuhan air bersih merupakan hal paling krusial bagi kehidupan manusia. Bertambahnya jumlah pengguna air menyebabkan peningkatan terhadap jumlah kebutuhan air. Hal ini terjadi di Pesantren Al Kamilah, Limbangan, garut, Prov. Jawa Barat seiring dengan bertambahnya jumlah santri yang bermukim di Pesantren tersebut. Untuk dapat memenuhi kebutuhan akan air, maka diperlukan sebuh sebuah studi mengenai potensi air tanah di Kawasann tersebut sehingga dapat diketahui koordinat dan tingkat dalam yang tepat sebelum dilakukan pengeboran air tanah. Penentuan koordinat dan tingkat dalam air tanah dapat dicari melalui pendekatan penginderaan jauh dan teknologi tepat sasaran yang dinamakan AGR. AGR adalah peralatan geofisika yang dapat menggambarkan secara vertikal resistivitas batuan dan akuifer dengan cara melakukan pengukuran medan listrik yang terbentuk secara alami dengan metode pasif menggunakan representasi berbasis frekuensi (dari frekuensi tinggi sampai rendah untuk satu pengukuran). Data resistivitas di kedalaman yang dangkal akan menghasilkan frekuensi tinggi, begitu sebaliknya untuk frekuensi rendah akan merekam data pada kedalaman cukup sampai sangat dalam. Berdasarkan hasil penelitian, rekomendasi titik bor terbaik berada pada Lintasan-1 dengan kedalaman 70 m atau 85 m. Kata kunci: Air bawah permukaan, Penginderaan Jauh, AGR, resisvitas, akuifer
Copyrights © 2026