Bekisting memiliki fungsi sebagai cetakan sementara. Elemen struktural terbentuk melalui penggunaan bekisting, termasuk komponen kolom. Jenis bekisting berpengaruh langsung terhadap efektivitas pelaksanaan proyek. Faktor yang terpengaruh meliputi biaya pengeluaran serta lama pengerjaan. Penelitian ini memiliki fokus pada analisis perbandingan biaya serta durasi pekerjaan bekisting kolom antara metode konvensional serta metode aluminium. Objek penelitian terletak pada pekerjaan bekisting kolom mulai lantai basement hingga lantai tujuh proyek Gedung Perkantoran PT. Lianhua Leather Industry, Cianjur. Metode penelitian berupa perbandingan efisiensi biaya serta waktu dari kedua tipe bekisting. Data bersumber dari dokumentasi lapangan. Sumber referensi relevan digunakan sebagai pendukung. Perhitungan biaya berpedoman pada Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Cipta Karya 2024. Ketentuan tersebut ditetapkan melalui SE DJBK No.68 Tahun 2024,Lampiran VI . Hasil perhitungan menunjukkan selisih biaya pekerjaan kolom sebesar Rp 168.665.119,86. Total biaya bekisting konvensional Rp 641.267.119,86. Total biaya bekisting aluminium Rp 472.602.000,00. Durasi pengerjaan bekisting konvensional untuk seluruh kolom pada setiap lantai tercatat 110,032 hari. Durasi pengerjaan bekisting aluminium 141 hari. Selisih waktu menunjukkan metode konvensional lebih cepat 21,96%. Rincian durasi bekisting aluminium meliputi Basement 19 hari, Lantai 1 19 hari, Lantai 2 18 hari, Lantai 3 17 hari, Lantai 4 17 hari, Lantai 5 17 hari, Lantai 6 17 hari, Lantai Atap 17 hari. Rincian durasi bekisting konvensional meliputi Basement 15,426 hari, Lantai 1 14,822 hari, Lantai 2 14,721 hari, Lantai 3 14,015 hari, Lantai 4 14,014 hari, Lantai 5 14,014 hari, Lantai 6 14,014 hari, Lantai Atap 13,006 hari. Kata Kunci : Bekisting, Kolom, Biaya, Konvensional, Alumunium