Penerapan BIM (Building Information Modeling) memberikan efisiensi tinggi dalam proyek konstruksi, namun proses interoperabilitas antara perangkat lunak pemodelan dan analisis struktur masih sering menghadapi hambatan kehilangan data. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja interoperabilitas transfer model struktural dari Autodesk Revit ke CSI ETABS menggunakan skema OpenBIM berformat IFC (Industry Foundation Classes) pada struktur atas Rumah Sakit Umum XYZ. Evaluasi dilakukan melalui simulasi numerik untuk mengukur tingkat keberhasilan transfer berdasarkan kelengkapan elemen, akurasi data, efisiensi waktu, serta validitas luaran komputasi yang mencakup manual joint reaction, partisipasi massa ragam, dan simpangan antar lantai (story drift) sesuai SNI 1726:2019. Hasil penelitian mengidentifikasi adanya degradasi data yang signifikan pada elemen frame, di mana ETABS hanya berhasil membaca 39% elemen kolom dan 44% elemen balok. Sebaliknya, metode ini menunjukkan keandalan mutlak pada elemen shell, dengan tingkat keberhasilan transfer pelat lantai dan dinding geser mencapai 100%. Dari segi durasi, proses komputasi transfer memakan waktu 216 detik. Lebih lanjut, kendala pembacaan definisi beban memicu warning log, sehingga menuntut pengguna melakukan pemetaan material dan pendefinisian beban ulang secara manual. Meskipun menuntut intervensi perbaikan manual, model komputasi akhir terbukti stabil dan seluruh parameter respons strukturnya sepenuhnya memenuhi ambang batas aman yang disyaratkan. Mengacu pada hasil tersebut, skema Revit-ETABS via IFC sangat direkomendasikan untuk proyek yang didominasi elemen luasan. Guna menekan beban kerja perbaikan manual pasca-transfer, manajemen BIM disarankan menyusun SOP (Standar Operasional Prosedur) pemodelan yang ketat guna memastikan kepresisian klasifikasi elemen dan konektivitas garis analitik di Revit sebelum model diekspor. Kata kunci: BIM (Building Information Modelling), Interoperabilitas, Struktur, Revit, ETABS.
Copyrights © 2026