Efisiensi pelayanan rawat inap rumah sakit dapat dilakukan dengan menentukan nilai BOR, LOS, TOI, dan BTO, akan tetapi pada tahun 2021 di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember masih terdapat nilai indikator rawat inap yang belum efisien berdasarkan Kementerian Kesehatan yaitu pada triwulan IV nilai BOR 1,88%, TOI 176 hari, dan BTO 0,16 kali masih terdapat nilai indikator yang tidak memenuhi nilai efisiensi Kementerian Kesehatan. Pendapatan rumah sakit dan mutu layanan dipengaruhi oleh kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidakefisienan indikator pelayanan rawat inap pasien covid-19 pada tahun 2021 berdasarkan berdasarkan teori Azwar (masukan dan proses) sebagai penyebab capaian efisiensi indikator pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu kurangnya jumlah tenaga kesehatan dan kurangnya pemerataan tempat tidur, sikap tenaga kesehatan yang masih kurang konsisten serta komunikasi kurang terjalin, sedangkan pelayanan kesehatan masih belum optimal dan kurangnya koordinasi untuk kegiatan pasien isolasi. Upaya perbaikan yang dapat dilakukan dengan penyediaan jumlah staff yang memadai, realokasi tempat tidur, optimalisasi pelayanan kesehatan, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan
Copyrights © 2025