RSUD S.K. Lerik di Kota Kupang, sebagai rumah sakit rujukan utama, mengalami keterlambatan dalam pengajuan klaim BPJS Kesehatan, terutama pada bulan Maret dengan 277 berkas terlambat selama 23 hari. Keterlambatan ini berdampak pada pencairan dana operasional rumah sakit. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor keterlambatan pengajuan klaim menggunakan metode 7M (Man, Material, Machine, Method, Money, Market, Minute). Penelitian kualitatif ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 7 informan yaitu 1 kepala rekam medis, 2 petugas koding, 2 petugas entri klaim, dan 2 petugas admin ruangan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor utama keterlambatan faktor manusia (ketidaksesuaian pendidikan dan kekurangan sumber daya manusia), faktor material (ketidaklengkapan resume medis dan informed consent), faktor mesin (kekurangan komputer dan masalah jaringan internet), faktor metode (ketiadaan SOP), serta faktor waktu (keterlambatan pengembalian berkas rekam medis). Peneliti merekomendasikan pembuatan SOP, penambahan sumber daya manusia, pemeliharaan jaringan internet secara berkala, rapat koordinasi, integrasi sistem INA-CBGs dan SIMRS, dan koordinasi dengan komite medis terkait kelengkapan berkas rekam medis.
Copyrights © 2025