Pencemaran plastik telah berkembang menjadi krisis lingkungan berskala global yang tidak hanya merusak estetika alam, tetapi juga mengancam integritas ekosistem serta kesehatan manusia melalui jalur paparan kimia. Sayangnya, pemahaman siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengenai isu ini sering kali terbatas pada aspek pengelolaan sampah secara fisik tanpa memahami risiko toksisitas yang menyertainya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengenalan konsep dasar toksikologi lingkungan dalam kurikulum sekolah dapat memperdalam kesadaran siswa terhadap bahaya laten plastik. Melalui metode studi literatur, artikel ini mengeksplorasi integrasi materi mengenai mikroplastik, zat aditif kimia, serta fenomena bioakumulasi dalam pembelajaran IPA. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan toksikologi mampu mengubah persepsi risiko siswa dari sekadar masalah kebersihan menjadi masalah keamanan kesehatan pribadi dan lingkungan, yang pada akhirnya memicu perubahan perilaku konsumsi plastik yang lebih radikal dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026