Eka Citra Gayatri Kerihi
Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

APLIKASI PEWARNAAN BAHAN ALAM MANGROVE (Rhizophora sp) SEBAGAIĀ  PEWARNA ALAMI BENANG (KAIN TENUN IKAT) DENGAN JENIS MORDAN YANG BERBEDA Nova Yolani Loit; Abdonia W. Finmeta; Eka Citra Gayatri Kerihi; Nardi M. Leo
CAPITALIS: JOURNAL OF SOCIAL SCIENCES Vol. 2 No. 3 (2025): JULI
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted in March-April 2025, located in TWAL Teluk Kupang, Tanah Merah Village, Central Kupang District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara. This research aims to determine the results of natural dyeing of yarn with the type of mordant lime, salt and alum mordant. This research uses an experimental method with four treatments and three replications, namely PO: without mordant, P1: mangrove substance with lime, P2: mangrove substance with salt, P3: mangrove substance with mordant. The results of the first treatment of mangrove leaves were extracted without mordant or can be called control and produced a basic brownish red/terracotta color. The second treatment, mangrove leaves were extracted and added with lime mordant and produced a pale brown color. The third treatment, mangrove leaves were extracted and added with salt mordant and produced a brownish orange yarn, and in the fourth treatment, mangrove leaves were extracted and added with alum mordant and produced a cream/pale yellow yarn.
Keanekaragaman Gastropoda di Taman Wisata Alam Laut Teluk Kupang Kelurahan Pasir Panjang Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang Jemrisman Nome; Nardi Matias Leo; Eka Citra Gayatri Kerihi
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.27885

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi besar zona intertidal Pantai Pasir Panjang sebagai laboratorium alami dengan keanekaragaman biota laut yang tinggi, khususnya Gastropoda, namun rentan terhadap perubahan lingkungan akibat aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis Gastropoda, menganalisis tingkat keanekaragamannya, serta mengetahui kondisi lingkungan yang mempengaruhi keberadaan biota tersebut di zona pasang surut Pantai Pasir Panjang, Kota Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode transek dan plot (transek kuadrat) yang ditempatkan secara purposive sampling pada dua stasiun pengamatan. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener, Indeks Kemerataan, Indeks Kekayaan Jenis, dan Indeks Dominansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 8 spesies Gastropoda yang tergolong dalam 6 famili, dengan spesies yang paling banyak ditemukan adalah Conus parvulus . Kondisi lingkungan perairan di lokasi penelitian secara umum mendukung keberlangsungan hidup Gastropoda, meskipun dipengaruhi oleh jenis substrat berpasir dan berpasir. Direkomendasikan adanya upaya pelestarian lingkungan pantai dari aktivitas manusia yang berlebihan guna menjaga keseimbangan ekosistem dan populasi Gastropoda di kawasan tersebut.
Peran Pembelajaran Toksikologi Lingkungan dalam Meningkatkan Kesadaran Siswa SMP tentang Dampak Pencemaran Plastik Eka Citra Gayatri Kerihi; Arfida Rasi; Mefi M. Boki; Magnesia S. A. Sabuna; Herlin M. Tfuakan
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28308

Abstract

Pencemaran plastik telah berkembang menjadi krisis lingkungan berskala global yang tidak hanya merusak estetika alam, tetapi juga mengancam integritas ekosistem serta kesehatan manusia melalui jalur paparan kimia. Sayangnya, pemahaman siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengenai isu ini sering kali terbatas pada aspek pengelolaan sampah secara fisik tanpa memahami risiko toksisitas yang menyertainya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengenalan konsep dasar toksikologi lingkungan dalam kurikulum sekolah dapat memperdalam kesadaran siswa terhadap bahaya laten plastik. Melalui metode studi literatur, artikel ini mengeksplorasi integrasi materi mengenai mikroplastik, zat aditif kimia, serta fenomena bioakumulasi dalam pembelajaran IPA. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan toksikologi mampu mengubah persepsi risiko siswa dari sekadar masalah kebersihan menjadi masalah keamanan kesehatan pribadi dan lingkungan, yang pada akhirnya memicu perubahan perilaku konsumsi plastik yang lebih radikal dan berkelanjutan.
Pengaruh Pemberian Ampas Kopi Robusta dengan Dosis Berbeda Terhadap Pertumbuhan Pakcoy (Brassica rapa L.) pada Media Polybag Susanti Greningsi Kote; Eka Citra Gayatri kerihi; Maya F. Roman
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.29000

Abstract

Ampas kopi robusta merupakan limbah organik yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik karena mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Pemanfaatan limbah ampas kopi sebagai pupuk masih belum optimal sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui efektivitasnya dalam mendukung pertumbuhan tanaman sayuran, khususnya pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ampas kopi robusta dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy pada media polybag serta menentukan dosis yang memberikan hasil pertumbuhan terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan, yaitu P0 (tanpa ampas kopi robusta), P1 (50g ampas kopi robusta), P2 (100g ampas kopi robusta), dan P3 (150g ampas kopi robusta), dengan lima kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat basah tanaman. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ampas kopi robusta berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy. Perlakuan P1 menghasilkan pertumbuhan terbaik pada sebagian besar parameter pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemberian ampas kopi robusta dosis 50g merupakan dosis paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman pakcoy pada media polybag, sehingga layak digunakan sebagai pupuk organik alternatif tanaman. Kata Kunci : Ampas Kopi Robusta, Pakcoy, Pupuk Organik, Pertumbuhan Tanaman
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Hasil Fermentasi Limbah Sayuran terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum L). Marlince Elmetri Amtiran; Eka Citra Gayatri kerihi; Nur Aini Bunyani
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.29023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) hasil fermentasi limbah sayuran terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman tomat (Lycopersicum esculentum L.), serta menentukan dosis optimal yang memberikan hasil terbaik. Penelitian dilaksanakan di Green House Fakultas MIPA Universitas Persatuan Guru 1945 NTT dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor. Perlakuan yang diberikan terdiri atas empat taraf, yaitu tanpa pemberian POC (P0), pemberian POC 125 ml/tanaman (P1), 250 ml/tanaman (P2), dan 375 ml/tanaman (P3), dengan lima ulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah cabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair hasil fermentasi limbah sayuran berpengaruh sangat nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan tanaman tomat. Perlakuan P3 (375 ml/tanaman) memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah cabang dibandingkan perlakuan lainnya. Hal ini diduga karena kandungan unsur hara makro dan mikro serta aktivitas mikroorganisme dalam pupuk organik cair mampu meningkatkan kesuburan media tanam, memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis tanah, serta mendukung proses fisiologis tanaman. Dengan demikian, pupuk organik cair dari limbah sayuran efektif digunakan sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat, dengan dosis optimal sebesar 375 ml/tanaman. Kata kunci: pupuk cair, limbah, pertumbuhan, tomat.