Dunia Dunia pendidikan Islam kontemporer masih menghadapi tantangan dikotomi ilmu yang berdampak pada rendahnya kemandirian ekonomi umat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan tauhid dalam Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an karya Sayyid Qutb dan merumuskan konstruksi model pendidikan "Tauhid-Produktif" sebagai strategi pemberdayaan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis library research dengan teknik content analysis, thematic interpretation (tafsir maudhu'i), hermeneutika Gadamer, dan theory construction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma tauhid Sayyid Qutb, melalui konsep al-taṣawwur al-islāmī, menegaskan kesatuan antara dimensi spiritual dan material di mana aktivitas ekonomi diposisikan sebagai amanah kekhalifahan. Penelitian ini berhasil mengonstruksi Model Pendidikan Tauhid-Produktif yang mensinergikan kompetensi profesional (al-qawiyyu) dengan integritas moral (al-amin) dalam kerangka ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Kebaruan penelitian ini terletak pada tawaran kerangka integratif yang menghubungkan spiritualitas, produktivitas, dan transformasi sosial-ekonomi secara simultan untuk mewujudkan kesejahteraan umat (falah). Model ini mentransformasi pendidikan Islam dari sekadar transmisi teks normatif menjadi instrumen pemberdayaan yang mencetak lulusan mandiri dan berdaya saing global.
Copyrights © 2026