Pengelolaan pascapanen merupakan faktor kunci dalam menentukan mutu dan nilai jual biji kakao, namun praktik di tingkat petani masih belum optimal. Kondisi ini dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman, kebiasaan pemasaran instan, serta keterbatasan sarana dan pendampingan. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan menganalisis peran pemberdayaan dalam meningkatkan kapasitas petani di Kelompok Tani Sido Muncul 2, Kabupaten Gunungkidul, pada periode November 2025 hingga Mei 2026. Melalui tahapan penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan, hasil penelitian telah menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas petani yang signifikan. Evaluasi berdasarkan aspek Knowledge, Skill, and Attitude (KSA) mencatat kenaikan pengetahuan sebesar 21%, sikap 7%, dan lonjakan keterampilan sebesar 97%. Meskipun keterampilan teknis meningkat sangat signifikan, perubahan perilaku belum sepenuhnya merata akibat kendala ekonomi, kebiasaan lama, serta pasar kakao fermentasi yang belum stabil. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan berkelanjutan, penguatan kelembagaan kelompok tani, serta kolaborasi lintas stakeholder guna menjamin keberlanjutan praktik pengelolaan pascapanen kakao yang lebih optimal dan kompetitif di masa depan.
Copyrights © 2026