Pemenuhan gizi yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) memegang peranan vital dalam tumbuh kembang anak, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus (Autisme dan ADHD) yang memerlukan perhatian khusus terkait diet eliminasi (bebas gluten dan kasein). Namun, seringkali terjadi kesenjangan antara pengetahuan teoritis orang tua dengan praktik penyajian makanan sehari-hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua serta pendidik dalam mengimplementasikan gizi seimbang berbasis pangan lokal. Kegiatan dilaksanakan bekerjasama antara tim penelitia FKIP UKSW dengan Kristha Pertiwi Homeschooling, Bawen, menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan berbasis kebutuhan. Rangkaian kegiatan meliputi analisis kebutuhan, penyuluhan melalui webinar, dan lomba kreasi makanan B2SA. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi aktif dari 70 peserta webinar dan 12 peserta lomba. Evaluasi kuesioner menunjukkan efektivitas program yang signifikan, dimana lebih dari 80% peserta menyatakan memiliki pemahaman, relevansi, dan motivasi yang tinggi ("Baik" dan "Sangat Baik") untuk menerapkan materi yang diperoleh. Selain itu, kegiatan lomba terbukti menjadi sarana peer education yang efektif untuk berbagi praktik baik antar orang tua, siswa, dan mahasiswa. Disimpulkan bahwa pendekatan edukasi partisipatif ini mampu menjembatani teori dan praktik, serta membangun komitmen orang tua dalam mengubah kebiasaan makan anak menjadi lebih sehat dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026