Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengembangan Keterampilan Dasar TIK Berbasis Google Suite for Education bagi Guru PAUD di Kota Salatiga Trivena Dyah Wijayanti; Lanny Wijayaningsih; Mozes Kurniawan; Maria Melita Rahardjo; Ajeng Ayu Widiastuti; Eunike Milasari Listyaningrum
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.335 KB)

Abstract

Keterampilan dasar TIK menjadi salah satu kompetensi inti dalam Standar Kompetensi Guru PAUD/TK/RA yang harus dimiliki. Kondisi saat ini banyak guru PAUD di Kota Salatiga memerlukan peningkatan keterampilan dalam penggunaan TIK, dikarenakan karena rendahnya pemahaman guru terhadap penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak seperti aplikasi-aplikasi yang dipergunakan dalam penyelenggaraan PAUD. Google Suite for Education merupakan produk Google yang berisikan alat produktivitas dan kolaboratif dengan sistem penyimpanan cloud yang diperuntukkan bagi lembaga pendidikan, maupun perseorangan termasuk guru. Kegiatan workshop daring Pengembangan Keterampilan Dasar TIK Berbasis Google Suite for Education bagi Guru PAUD di Kota Salatiga yang dilaksanakan oleh Program Studi PG PAUD Universitas Kristen Satya Wacana bekerja sama dengan mitra HIMPAUDI dan IGTKI Kota Salatiga menunjukkan adanya pengembangan keterampilan dasar TIK yang ditunjukkan melalui rata-rata persentase mencapai 91,42% untuk aspek pemahaman konseptual, serta persentase sebesar 86,28% untuk aspek keterampilan praktik mandiri menggunakan fitur Google Suite for Education. Hal ini berarti bahwa workshop daring yang diselenggarakan mampu mengembangkan keterampilan dasar TIK bagi guru PAUD di Kota Salatiga.
ANALISIS CAPAIAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PROJEK Trivena Dyah Wijayanti
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v12i1.7844

Abstract

This study aims to analyze the achievement of Higher Order Order Thinking Skills (HOTS) in early childhood through project-based learning. This research is a qualitative descriptive study. Collecting data using interviews, observation, and documentation. The subjects of this study were class teachers and students at Alam Efata Bersinar Kindergarten, Salatiga City. Data analysis techniques used interactive analysis of the Miles and Huberman models with data reduction steps, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the percentage of children's HOTS achievements while participating in project-based learning was 63.7%. The achievement of skills includes the skills of choosing, organizing, combining, proving, choosing, differentiating, analyzing, creating, combining, finding, collecting, concluding, and categorizing. Furthermore, the application of the guidelines for implementing project learning in early childhood education, as well as teachers' readiness and maturity in preparing project-based learning, supported the HOTS achievements of early childhood in this studyPPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis capaian Higher Order Thinking Skills (HOTS) anak usia dini melalui pembelajaran berbasis projek. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi. Subjek penelitian ini diantara yaitu guru kelas serta peserta didik di TK Alam Efata Bersinar, Kota Salatiga. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif model Miles dan Huberman dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan persentase capaian HOTS anak selama mengikuti pembelajaran berbasis proyek sebesar 63,7%. Capaian keterampilan meliputi keterampilan memilih, mengatur, memadukan, membuktikan, memilih, membedakan, menganalisis, mengkreasikan, menggabungkan, menemukan, mengumpulkan, menyimpulkan dan mengkategorikan. Selain itu capaian HOTS anak usia dini dalam penelitian ini juga juga didukung dengan penerapan metode projek yang sesuai pedoman panduan penyelenggaraan pembelajaran projek di PAUD serta kesiapan dan kematangan guru dalam mempersiapkan pembelajaran berbasis projek
Upaya Peningkatan Kemampuan Gerak Dasar Anak Usia Dini Melalui Gerak dan Lagu Berbasis Permainan Digital di Sekolah Minggu GKJ Salatiga Utara Trivena Dyah Wijayanti; Lika Jipora Hana; Agrecela Prestisya S; Moriend Meilandy Benu; Benedicta Felicia Pramesthi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i3.1406

Abstract

The purpose of this community service activity is to provide assistance to improve the basic movement abilities of early childhood at GKJ North Salatiga Sunday School through digital game-based motion and song activities and provide training for Sunday school teachers at GKJ North Salatiga regarding the development of digital game media. This method of implementing community service includes assisting in implementing digital game-based play activities and songs to improve the basic movement abilities of early childhood in the 3-6-year-old class of 7 children in Sunday school as well as training in developing simple digital game-based play media for schoolteachers. week of GKJ North Salatiga. Data collection techniques through observation and Likert scale questionnaires were then analyzed using frequency (proportion) analysis techniques. The application of motion and songs based on digital game media can facilitate the improvement of basic locomotor, non-locomotor, and manipulative abilities for early childhood children at GKJ Salatiga Utara Sunday School with the percentage of achievement in the Developing as Expected category reaching 32.9% and Very Well Developing reaching 52.9 %. In the training activities, most of the teachers agreed that the training topics were appropriate and answered the needs of the Sunday school, the delivery of the material was delivered well and was easy to understand, the question-and-answer session ran effectively and increased the teacher's learning interest to apply it in his class.
Pengembangan Media Mixed Sensory Table untuk Meningkatkan Pengalaman Bermain Sensori bagi Anak Usia 3-4 Tahun Angelina Karen Melsiana; Trivena Dyah Wijayanti
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 11 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i11.3255

Abstract

Sensori, merupakan tahap awal perkembangan anak usia dini yang merupakan sarana anak untuk dapat mengenal dan memahami dunia dan lingkungan sekitar anak. Melalui pengalaman sensori anak mendapat pengalaman mengenali lingkungan sekitarnya. Pengalaman bermain sensori pada anak usia 3-4 tahun di KB/TK Bethany School di Kota Salatiga masih kurang dan media yang digunakan tidak beragam dan belum cukup untuk menambah pengalaman bermain sensori anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media bermain sensori Mixed Sensory Table dalam peningkatan pengalaman bermain sensori bagi anak usia 3-4 tahun di KB/TK Bethany School di Kota Salatiga dan mengetahui untuk mengetahui cara mengembangkan media bermain Mixed Sensory Table untuk peningkatkan pengalaman bermain sensori bagi anak usia 3-4 tahun. Jenis penelitian menggunaka penelitian R&D, dengan model pengembangan ADDIE. Data dikumpulkan menggunakan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: Media bermain sensori melalui serangkaian uji validasi dari ahli materi pedagogi anak usia dini dengan presentase hasil 90% dan ahli media pengembangan APE (Alat Peraga Edukatif) dengan presentase hasil 87,5% serta melewati tahap uji coba produk sehingga layak untuk digunakan sebagai media bermain sensori anak usia 3-4 tahun.
Pengembangan Media Treasure Sensory Cube Untuk Meningkatkan Pengalaman Bermain Sensori Bagi Anak Usia 3-4 Tahun Rompas, Claudia Agripa; Wijayanti, Trivena Dyah
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 13, No 1 (2024): Juli 2024 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v13i1.17050

Abstract

AbstractSensory development in early childhood is the abilities and skills that are formed from the time the child is born which will determine the child's future life experiences. In the sensory development of children aged 3-4 years at school, a condition was found where the lack of availability of sensory play media was limited and not varied, this could influence the lack of sensory play experience in early childhood. Activities in class still often use paper media, such as coloring or painting, which does not provide a variety of learning media. The aim of this research is to find out how to develop the Treasure Sensory Cube media to improve sensory play experiences for children aged 3-4 years. This type of research uses RD research, using the ADDIE development model. The data analysis technique used in this research is descriptive quantitative and qualitative data. Quantitative data collection was taken from the results of a questionnaire sheet by experts using a checklist scale and descriptive qualitative data was taken from the results of input by experts and also the results of implementation with children aged 3-4 years which were qualitative in nature. The results of this research obtained scores of 87.5% and 96.8% so that it is in the very feasible category and the implementation results can be played by children. So it can be concluded that the Treasure Sensory Cube media is suitable for use to provide sensory play experiences for children aged 3-4 years.Keywords: Media Treasure Sensory Cube; Sensory; Early childhoodAbstrakPerkembangan sensori pada anak usia dini merupakan kemampuan dan keterampilan yang terbentuk sejak anak lahir yang akan menentukan pengalaman hidup anak dimasa depan. Pada perkembangan sensori anak usia 3-4 tahun di sekolah ditemukan suatu kondisi dimana kurangnya ketersediaan media bermain sensori yang terbatas dan tidak beragam, hal ini dapat mempengaruhi kurangnya pengalaman bermain sensori pada anak usia dini. Kegiatan di kelas masih sering menggunakan media kertas seperti mewarnai atau melukis saja tidak memberikan media pembelajaran yang bervariasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengembangan media Treasure Sensory Cube untuk meningkatkan pengalaman bermain sensori bagi anak usia 3-4 tahun. Jenis penelitian menggunakan penelitian RD, dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data kuantitatif diambil dari hasil lembar angket oleh ahli menggunakan skala checklist dan data kualitatif deskriptif diambil dari hasil masukan oleh para ahli dan juga hasil implementasi bersama anak usia 3-4 tahun yang bersifat kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini dengan mendapatkan nilai 87,5% dan 96,8% sehingga berada pada kategori sangat layak dan hasil implementasi dapat di mainkan oleh anak. Maka dapat disimpulkan media Treasure Sensory Cube layak untuk digunakan untuk dapat memberikan pengalaman bermain sensori pada anak usia 3-4 tahun.Kata kunci: Media Treasure Sensory Cube; Sensori; Anak Usia Dini
PENGENALAN KARATER DASAR SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN MOTORIK KASAR DAN PEMBENTUKAN KARAKTER BAGI ANAK USIA DINI Wulandari, Sarah Putri; Rahardjo, Maria Melita; Kurniawan, Mozes; Listyaningrum, Eunike Milasari; Wijayanti, Trivena Dyah; Wijayaningsih, Lanny
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 5, No 2 (2024): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v5i2.56729

Abstract

Pelatihan dasar karate untuk anak usia 5-6 tahun di TK Kristen 1 Satya Wacana Salatiga mendukung pertumbuhan fisik, mental, dan sosia. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), dengan hasil respon baik para peserta yang mendapatkan manfaat latohan serta dapat mempraktikkan hasil latihan dalam kegiatan sehari-hari.
Kontribusi Sosial Pada Masyarakat Melalui Penguatan Kebinekaan Talkshow Modul Nusantara Wijayanti, Trivena Dyah; Rahardjo, Maria Melita; Listyaningrum, Eunike Milasari; Kurniawan, Mozes; Wijayaningsih, Lanny
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpmupr.v11i1.14853

Abstract

Social contribution community service activities are the culmination of a series of Nusantara Module, developed by the community service team, consisting of lecturers of S1 PG PAUD Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) in the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program. One of the MBKM programs organized by S1 PG PAUD UKSW in the even semester of 2023/2024 is Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM). PMM is a student exchange program attended by 10 exchange students from Widya Mandala Catholic University Surabaya who attended lectures at UKSW. The Nusantara Module develops activities to strengthen diversity which are arranged in a series of diversity activities, inspiration activities, reflection activities to social contributions to the community entitled the Nusantara Module Talk Show Series and Social Contributions to the Community. Talk Show Nusantara Module has 3 series, namely: Series 1: “Culture as Identity”; Series 2: “Integrity and Persistence of the Educator” and Series 3: “Challenges and Opportunities of Religious Diversity”. The series ended with social contribution activities to the community, namely Training on Developmental Detection and Socialization of Home Inventory to Parents. Social contribution activities are carried out to 6 (six) families from various religious, ethnic, racial and tribal backgrounds that embody the objectives of the archipelago module. The entire series of activities had a good impact on each participant involved, both exchange students and the community with the level of usefulness shown by the Likert Scale with the results of Good at a percentage of 22.4% and Very Good at a percentage of 77.6%.
IMPLEMENTASI STIMULASI PSIKOSOSIAL DI LINGKUNGAN KELUARGA MENGGUNAKAN INSTRUMEN HOME INVENTORY Dyah Wijayanti, Trivena
Jurnal Jendela Bunda Program Studi PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Cirebon Vol. 11 No. 1 (2023): Maret 2023 - Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jjb.v11i1.4750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi stimulasi psikososial yang dilaksanakan di lingkup keluarga menggunakan instrumen HOME Inventory. Metode penelitian yang diterapkan kualitatif deskriptif. Desain penelitian yang digunakan yaitu studi kasus yang difokuskan pada implementasi stimulasi psikososial di lingkup keluarga menggunakan instrumen HOME Inventory. Teknik pengumpulan data menerapkan triangulasi sumber data yang terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ialah orang tua dari ananda L, salah satu anak usia dini berusia 3 tahun di Kota Salatiga untuk mendapatkan data mengenai stimulasi psikososial yang diberikan kepada anak. Objek pada penelitian ini adalah implementasi stimulasi psikososial menggunakan instrumen HOME Inventory. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan stimulasi psikososial pada ananda L pada studi kasus penelitian ini menggunakan HOME Inventory menunjukkan skor 40 yang menunjukkan bahwa stimulasi pengasuhan yang dilakukan orang tua ananda L sudah baik dan ideal. Stimulasi psikososial tersebut meliputi aspek 1) tanggung jawab orang tua; 2) penerimaan anak; 3) pengalaman sosial; 4) stimulasi pembelajaran; 5) keterlibatan orang tua; 6) variasi pengasuhan.
Focus Group Discussion Penyelenggaraan Layanan Pendidikan Inklusif pada Guru KB TK Alam Efata Bersinar Salatiga Trivena Dyah Wijayanti
Compromise Journal Community Proffesional Service Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Compromise Journal : Community Proffesional Service Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/compromisejournal.v2i1.174

Abstract

Inclusive education is an education service by including children with special needs and or experiencing obstacles in access to education to obtain quality education together with other students in general, but problems in the field are still found in the condition of institutions that do not have the availability of infrastructure, competent educators and support from parents who have children with special needs. This also happened at KB / TK Alam Efata Bersinar, so a community service activity was designed Focus Group Discussion (FGD) Implementation of Inclusive Education Services facilitated by the PG PAUD UKSW community service team to increase teachers' understanding and skills in preparing and implementing learning in inclusive classes to support the development of students, especially early childhood with special needs. The results of this activity were able to increase the average conceptual understanding of respondents with a percentage reaching 60% for all discussion topics and FGD material on the theme of organizing inclusive education provided