Kain pelangi motif bintik lima merupakan salah satu warisan budaya tekstil khas Palembang yang memiliki nilai estetika tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perancangan kain pelangi motif bintik lima Palembang dengan kombinasi teknik sashiko pada outer serta hasil akhir dari perancangan tersebut. Penelitian ini merupakan penciptaan karya menggunakan metode Double Diamond Model dari British Design Council yang terdiri dari empat tahapan.Tahap Discover dilakukan dengan pengumpulan data melalui studi literatur dan observasi mengenai motif bintik lima serta eksplorasi teknik sashiko yang berasal dari Jepang. Tahap Define dilakukan dengan menetapkan konsep perancangan yang mencakup aspek estetika, fungsi, teknik, bahan, serta segmentasi pasar, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk moodboard berjudul “Anasera” dan sketsa desain outer. Tahap Develop merupakan tahapan prototype untuk menguji kelayakan. Tahap Deliver dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa lembar kuisoner dalam bentuk angket yang dibagikan kepada para ahli. Teknik analisis data menggunakan metode rata-rata (mean).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kain pelangi motif bintik lima dengan teknik sashiko pada outer memperoleh rata-rata nilai 4,43 (sangat baik) dari 4 aspek, yaitu aspek kreativitas dan orisinalitas karya, aspek komposisi dan tata letak sashiko, aspek warna, serta aspek fungsionalitas. Aspek dengan nilai tertinggi adalah aspek kreativitas dan orisinalitas karya dengan rata-rata 4,5, termasuk dalam kategori sangat baik.
Copyrights © 2026