PT XYZ menghadapi permasalahan pengelolaan persediaan yang masih bersifat konvensional sehingga berpotensi menyebabkan kekurangan dan kelebihan stok yang merugikan pelayanan konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian persediaan tiga produk teh terlaris menggunakan metode klasifikasi ABC dan Economic Order Quantity berbasis software POM-QM, dengan data permintaan bulanan periode Mei 2025 hingga April 2026. Klasifikasi ABC mengelompokkan produk menjadi tiga kategori berdasarkan nilai pemakaian tahunan, yaitu Kategori A dengan kontribusi kumulatif 0-80% memerlukan pengawasan ketat, Kategori B dengan kontribusi 80-95% memerlukan pengendalian sedang, dan Kategori C di atas 95% dengan pengendalian sederhana. Hasil menunjukkan Teh Seduh R dengan nilai pemakaian Rp278.799.316.200 berkontribusi 58,18% dan Teh Seduh Q senilai Rp122.313.223.300 berkontribusi 25,52% masuk Kategori A dengan kontribusi kumulatif 83,70%, sedangkan Teh Seduh P senilai Rp78.112.706.500 berkontribusi 16,30% masuk Kategori B. Analisis Economic Order Quantity menghasilkan kuantitas pemesanan optimal 849 karton untuk Teh Seduh P dengan biaya persediaan Rp35.567.438 per tahun, Teh Seduh Q 849 karton dengan biaya Rp44.515.148 per tahun, dan Teh Seduh R dengan biaya Rp67.208.165 per tahun, sehingga total biaya persediaan ketiga produk mencapai Rp147.290.751 per tahun. Penggunaan software POM-QM mengvalidasi hasil perhitungan manual. Penerapan kedua metode membantu perusahaan menerapkan prioritas pengendalian dan meminimalkan total biaya persediaan.
Copyrights © 2026