Kinerja sistem produksi yang kurang optimal dapat menyebabkan terhambatnya aliran proses dan berdampak pada tidak tercapainya target produksi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensimulasikan sistem produksi Bracket A RH pada PT Sebastian Jaya Metal Plant Tegal menggunakan software ProModel guna mengevaluasi kinerja sistem serta menentukan usulan perbaikan yang dapat meningkatkan output produksi. Data penelitian diperoleh melalui pengamatan langsung dan pengukuran waktu proses pada stasiun kerja Bd Form 1, Bd Form 2, Bending 3, dan Pierching. Data waktu proses dianalisis menggunakan software Stat::Fit untuk mengidentifikasi distribusi probabilitas yang sesuai. Namun, karena sebagian besar hasil pengujian distribusi menunjukkan status rejected, parameter waktu proses yang digunakan dalam model simulasi ditentukan berdasarkan nilai rata-rata hasil pengamatan. Model simulasi yang dibangun kemudian diverifikasi dan divalidasi dengan membandingkan hasil simulasi terhadap data aktual perusahaan. Hasil validasi menunjukkan bahwa model menghasilkan output sebesar 3.685 unit per hari, sedangkan output aktual sebesar 3.631 unit per hari dengan tingkat kesalahan 1,49%, sehingga model dinyatakan mampu merepresentasikan kondisi sistem yang sebenarnya. Hasil simulasi menunjukkan bahwa stasiun kerja Bending 3 memiliki waktu proses tertinggi sebesar 6,84 detik dan menjadi bottleneck pada sistem produksi. Berdasarkan kondisi tersebut dilakukan usulan perbaikan dengan menurunkan waktu proses Bending 3 menjadi 6,30 detik. Hasil simulasi usulan menunjukkan peningkatan output produksi menjadi 3.986 unit per hari atau meningkat sebesar 8,17%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbaikan pada stasiun kerja bottleneck mampu meningkatkan kinerja sistem produksi secara keseluruhan.
Copyrights © 2026