Aktivitas manual handling material dengan postur yang tidak alamiah menjadi penyebab utama tingginya risiko keluhan muskuloskeletal pada pekerja divisi produksi. Metode yang dipakai meliputi kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengidentifikasi keluhan subjektif pekerja dan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Dengan skor Tabel A sebesar 5 pada evaluasi REBA pertama, ditentukan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk mengatasi tingkat risiko sedang hingga tinggi dari pekerjaan yang berkepanjangan, yang mencakup berdiri dan membungkuk secara berlebihan tanpa meja. Hasil rekapitulasi NBM pertama mengkonfirmasi bahaya signifikan ini, menunjukkan total kumulatif 272 poin (rata-rata 54,40) untuk keluhan pasca kerja. Sebagai langkah intervensi, dilakukan rekayasa fasilitas kerja melalui penambahan meja alat bantu dengan tinggi kurang lebih 60 cm guna menyelaraskan posisi kerja agar tubuh operator tetap tegak. Implementasi meja pembantu ini terbukti secara signifikan menurunkan total keluhan NBM menjadi 154 poin (rata-rata 30,80), menghasilkan selisih penurunan sebesar 118 poin (reduksi keluhan sebesar -75,32% dengan beda rerata 23,20 poin). Validasi ilmiah menggunakan Uji T Sampel Berpasangan menghasilkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05), yang secara meyakinkan menunjukkan bahwa pengurangan keluhan muskuloskeletal setelah intervensi meja bantu ±60 cm adalah nyata dan sangat signifikan.
Copyrights © 2026