Kualitas produk merupakan aspek krusial dalam memenuhi ekspetasi pelanggan sekaligus menempatkan perusahaan pada posisi garda depan dalam peta persaingan industri global. Adanya kerusakan fisik pada produk yang terjadi selama proses handling penerimaan barang dapat menurunkan mutu produk secara signifikan, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian finansial yang besar bagi perusahaan. Penelitian ini menerapkan pendekatan DMAIC dalam kerangka kerja Six Sigma untuk menekan tingkat kerusakan produk secara sistematis. Analisis data menggunakan cheek sheet, peta kendali, diagram pareto, dan diagram fishbone menunjukkan bahwa persentase produk cacat masih cukup tinggi, yaitu mencapai 10,50% dengan nilai DPMO sebesar 34.684 dan tingkat sigma sebesar 3,31. Nilai capaian tersebut membuktikan performa proses operasional gudang perusahaan belum berjalan secara optimal. Jenis cacat yang paling mendominasi adalah kemasan berlubang (50%), disusul kemasan sobek (40%), dan kemasan basah (10%). Kegagalan mutu ini dipicu oleh variable manusia, metode kerja, material, serta faktor lingkungan kerja. Langkah perbaikan komprehensif diusulkan dengan berfokus pada pembenahan manajemen penanganan barang, optimalisasi system penyimpanan gudang, dan regulasi ketat terhadap kondisi lingkungan penyimpanan.
Copyrights © 2026