Jurnal Pendidikan Educandum
Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Educandum

Konsep Pendidikan Karakter Ibnu Miskawaih dan Relevansinya dalam Pendidikan Agama Islam untuk Generasi Alpha: Sebuah Sintesis Filosofis dan Pedagogis

Abdul Manan (Institut Agama Islam Pangeran Dharma Kusuma Indramayu, Indonesia)
FRENKY MUBAROK (Institut Agama Islam Pangeran Dharma Kusuma Indramayu, Indonesia)



Article Info

Publish Date
01 Jul 2026

Abstract

Dinamika sosiokultural kontemporer yang ditandai dengan disrupsi teknologi digital telah melahirkan Generasi Alpha (lahir 2010–2025), yaitu kohort manusia pertama yang tumbuh dalam ekosistem digital yang hiper-terkoneksi. Kondisi ini menghadirkan tantangan multidimensional bagi Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya dalam internalisasi nilai akhlak yang seringkali tergerus oleh budaya instan, fragmentasi perhatian, validasi algoritmik, dan erosi otoritas moral tradisional. Di tengah kesenjangan antara pendekatan pembelajaran PAI yang cenderung tekstual-transaksional dengan kebutuhan pedagogis generasi digital yang kritis dan partisipatif, khazanah etika Islam klasik menawarkan kerangka filosofis yang relevan untuk diaktualisasikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan karakter menurut Ibnu Miskawaih dalam karya monumentalnya Tahdzīb al-Akhlāq wa Taṭhīr al-A‘rāq, serta mengeksplorasi relevansinya bagi transformasi pedagogi PAI di era Generasi Alpha. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis tematik hermeneutis, penelitian ini mensintesis sumber primer karya Ibnu Miskawaih dengan literatur akademik mutakhir (2018–2026) mengenai psikologi perkembangan digital, etika media, dan filsafat pendidikan Islam. Temuan menunjukkan bahwa konsep tripartit jiwa (nafs al-nāṭiqah, al-ghaḍabīyah, al-shahwāniyyah), prinsip keseimbangan (al-wasaṭ), serta metode riyāḍah (latihan moral), takwīn al-‘ādah (pembiasaan), dan muḥāsabah (introspeksi diri) dapat direkontekstualisasi ke dalam ekosistem pembelajaran abad ke-21. Relevansi pemikiran Ibnu Miskawaih termanifestasi dalam lima dimensi utama: (1) pendekatan rasional-dialogis untuk menjawab skeptisisme generatif; (2) habituasi etis melalui kreasi konten dan project-based learning digital; (3) redefinisi peran guru sebagai fasilitator refleksi moral dan teladan digital; (4) integrasi jurnal refleksi digital berbasis aplikasi untuk latihan muḥāsabah; serta (5) penguatan sinergi ekosistem pendidikan keluarga-sekolah-komunitas untuk mengarahkan pencapaian sa‘ādah (kebahagiaan sejati) yang transenden. Artikel ini menyimpulkan bahwa warisan etika Ibnu Miskawaih bukan artefak historis, melainkan kerangka dinamis yang dapat memandu desain kurikulum, kompetensi guru, dan kebijakan PAI yang responsif, holistik, dan transformatif dalam membentuk generasi Alpha yang resilien secara moral, kritis secara digital, dan utuh secara spiritual.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jpe

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal Pendidikan Educandum (P-ISSN: 2528-3499 , E-ISSN: 3032-5684) is a peer-review journal published by Department of Islamic Education, IAI PDK Indramayu, twice a year on January and July. The focus of journal is Islamic education studies, and the scopes of journal are: 1. Student competency of ...