Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kepemimpinan kepala sekolah berbasis nilai-nilai Islami dan dampaknya terhadap pembentukan iklim religius di lingkungan sekolah menengah pertama negeri. Di tengah tantangan degradasi moral pada Generasi Alpha dan disruptif teknologi, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai benteng karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang berlokasi di UPTD SMP Negeri 1 Arahan, Kabupaten Indramayu. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan profetik yang mengintegrasikan sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah ke dalam manajemen sekolah berbasis nilai. Program-program habituasi religius, keteladanan spiritual, dan integrasi nilai moral dalam kurikulum berhasil menciptakan iklim religius yang kondusif. Analisis filosofis terhadap temuan menunjukkan bahwa praktik kepemimpinan ini merefleksikan pemikiran Al-Ghazali tentang tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), etika kebajikan Ibnu Miskawaih, serta kerangka moral kontemporer Fazlur Rahman yang menerjemahkan nilai-nilai universal Islam ke dalam konteks pendidikan publik modern. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kepemimpinan spiritual bagi kepala sekolah di wilayah marginal dan pesisir untuk mendukung kebijakan pendidikan karakter di Kabupaten Indramayu.
Copyrights © 2026