Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hermeneutika Hadist: Studi Pemikiran Muhammad Iqbal Tenda Budiyanto
Khulasah : Islamic Studies Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Khulasah: Islamic Studies Journal
Publisher : LPPM STAIS Dharma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.767 KB) | DOI: 10.55656/kisj.v2i1.28

Abstract

Iqbal is a reformer who is unique. He is a talented poet, also a creative philosopher. He is also recognized in history that his thoughts are indeed brilliant. Especially in his thoughts about the decline and progress of Muslims who have an influence on the reform movement in Islam. Iqbal has paid close attention to what is happening to Muslims in India and Pakistan in particular, generally the Muslim world as a whole. Iqbal's study of the Hadith is based on the situation and conditions of society that developed at that time. This view, amidst the tugging of the position of the Hadith as a source of law between Muslims on the one hand, and the Orientalists on the other hand which continues to this day. Of course the intentions and understandings departing from the study are also different. Muslims are based on a great sense of responsibility towards the teachings of Islam. Whereas Orientalists study it only for scientific purposes, sometimes even just to look for weaknesses of Islamic teachings.
Tinjauan Konsep Qard dalam Praktek Arisan di Desa Kaplongan Kecamatan Kedokan Bunder Kabupaten Indramayu Tenda Budiyanto
Khulasah : Islamic Studies Journal Vol. 1 No. 1 (2019): Khulasah Islamic Studies Journal
Publisher : LPPM STAIS Dharma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/kisj.v1i1.117

Abstract

Arisan is a form of muamalah activity which basically consists of 2 functions, namely as a means of saving and accounts receivable. It is said to be a means of saving, which can be seen from the return of money equivalent to what was deposited, while it is said to be a means of debts and receivables, namely because there are parties who owe and receivable. The phenomenon of social gathering is a form of community activity to regulate informal economic life to meet useful needs and avoid harm. It's not just a social gathering for money, there are also various social gatherings that occur in society, for example Hajj social gatherings, family social gatherings, sacrificial social gatherings, and so on. As practiced by mothers in Kaplongan Village, Kedokanbunder District, Indramayu Regency, namely Arisan, the staple food is rice. In this research the author raised the thesis title "Overview of the Qard Concept in the Practice of Arisan". The formulation of the problem in this research is as follows: First, what is the practice of social gathering in Kaplongan Village, Kedokanbunder District, Indramayu Regency? Second, what is the practice of social gathering in Kaplongan Village, Kedokanbunder District, Indramayu Regency in terms of the Qard concept?
Pemikiran Pendidikan Islam Progresif Fazlur Rahman dan Relevansinya dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Indonesia: Sebuah Analisis Hermeneutis dan Kurikuler Nani Nurkhayati; Tenda Bidyanto
Jurnal Pendidikan Educandum Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Educandum
Publisher : Fakultas Pendidikan IAI Pangeran Dharma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/jpe.v6i2.661

Abstract

Dinamika sosial, perkembangan ilmu pengetahuan, dan tantangan peradaban abad ke-21 menuntut Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia untuk bertransformasi dari model pengajaran yang tekstual dan hafalan menjadi pendekatan yang kontekstual, kritis, dan transformatif. Artikel ini mengkaji konstruksi pemikiran pendidikan Islam progresif Fazlur Rahman, khususnya metode hermeneutika double movement (gerakan ganda), serta mengeksplorasi relevansinya dalam pengembangan kurikulum PAI di Indonesia, terutama dalam kerangka Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis karya-karya primer Rahman, dokumen kurikulum nasional, dan kajian akademik terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan Rahman menawarkan fondasi epistemologis yang kokoh melalui integrasi ilmu agama dan umum, penguatan nalar kritis, serta orientasi pada keadilan sosial dan kemanusiaan. Gagasan tersebut secara signifikan selaras dengan paradigma Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta yang diamanatkan dalam KMA 1503/2025, khususnya dalam hal kontekstualisasi nilai universal, penguatan moderasi beragama, dan penciptaan lingkungan belajar yang humanis. Artikel ini merumuskan lima prinsip kurikuler operasional berbasis double movement serta strategi implementasi yang mencakup penguatan kapasitas guru, pengembangan bahan ajar dialogis, asesmen holistik, dan kemitraan komunitas. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan teoretis dan praktis bagi reformasi kurikulum PAI yang progresif, inklusif, dan responsif terhadap tantangan zaman tanpa mengorbankan autentisitas nilai-nilai keislaman.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Nilai Islami dan Dampaknya Terhadap Iklim Religius di Sekolah: Studi Kasus di SMP N 1 Arahan, Indramayu Irwan Irwan; Tenda Budiyanto
Jurnal Pendidikan Educandum Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Educandum
Publisher : Fakultas Pendidikan IAI Pangeran Dharma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/jpe.v6i2.670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kepemimpinan kepala sekolah berbasis nilai-nilai Islami dan dampaknya terhadap pembentukan iklim religius di lingkungan sekolah menengah pertama negeri. Di tengah tantangan degradasi moral pada Generasi Alpha dan disruptif teknologi, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai benteng karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang berlokasi di UPTD SMP Negeri 1 Arahan, Kabupaten Indramayu. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan profetik yang mengintegrasikan sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah ke dalam manajemen sekolah berbasis nilai. Program-program habituasi religius, keteladanan spiritual, dan integrasi nilai moral dalam kurikulum berhasil menciptakan iklim religius yang kondusif. Analisis filosofis terhadap temuan menunjukkan bahwa praktik kepemimpinan ini merefleksikan pemikiran Al-Ghazali tentang tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), etika kebajikan Ibnu Miskawaih, serta kerangka moral kontemporer Fazlur Rahman yang menerjemahkan nilai-nilai universal Islam ke dalam konteks pendidikan publik modern. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kepemimpinan spiritual bagi kepala sekolah di wilayah marginal dan pesisir untuk mendukung kebijakan pendidikan karakter di Kabupaten Indramayu.