Teknologi imersif seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) telah menciptakan peluang baru dalam bidang pendidikan. Namun, masih ada perdebatan tentang teknologi mana yang dapat meningkatkan hasil pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas realitas maya (AR) dan realitas virtual (VR) sebagai media pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang didasarkan pada PRISMA 2020. Tiga basis data utama (Scopus, IEEE Xplore, dan ScienceDirect) digunakan untuk melakukan pencarian literatur dari tahun 2019 hingga tahun 2020. Dari 562 artikel yang ditemukan, 42 memenuhi persyaratan inklusi dan dianalisis secara naratif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan metode konvensional, kedua teknologi meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar. Sementara realitas virtual memiliki keunggulan dalam simulasi skenario berbahaya, retensi materi kompleks, dan imersi mendalam, AR unggul dalam aksesibilitas, kemudahan adopsi, dan integrasi konteks dunia nyata. Bahasa, STEM, dan kedokteran adalah bidang yang paling banyak memanfaatkan keduanya. Biaya perangkat, kesiapan guru, dan infrastruktur adalah masalah utama, terutama di negara berkembang. Studi ini membantu memilih teknologi berdasarkan tujuan pembelajaran dan konteks institusi. Kata kunci—Augmented reality, Virtual reality, Efektivitas Pembelajaran, Media Pembelajaran, Systematic Literature Review.
Copyrights © 2026