Kampus STIE Balikpapan sebelumnya menggunakan layanan internet IndiHome dari Telkom Indonesia. Seiring waktu, penerapan kebijakan Fair Usage Policy (FUP) mulai dirasakan dampaknya oleh pengguna, terutama ketika kecepatan internet menurun drastis di tengah kebutuhan operasional kampus yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana kebijakan FUP tersebut memengaruhi kualitas layanan dan kepuasan pengguna, serta bagaimana hubungannya dengan keputusan kampus beralih ke layanan iForte. Metode yang digunakan adalah survei deskriptif kuantitatif dengan instrumen kuesioner skala Likert 1–5, melibatkan 9 responden dari kalangan dosen dan staf STIE Balikpapan. Hasil menunjukkan bahwa hanya 22,2% responden yang benar-benar memahami kebijakan FUP, sementara 44,4% hanya pernah mendengarnya. Dampak FUP terhadap layanan mendapat nilai rata-rata 3,78 yang masuk kategori setuju. Setelah beralih ke iForte, persepsi stabilitas layanan berada di angka 3,11 dan tingkat kepuasan di angka 2,89 — keduanya masuk kategori netral. Keluhan yang paling banyak muncul adalah penurunan kecepatan, jaringan tidak stabil, dan koneksi yang putus-putus. Secara keseluruhan, FUP terbukti menjadi salah satu pendorong keputusan beralih layanan, meski kualitas iForte sendiri masih perlu ditingkatkan agar kepuasan pengguna dapat tercapai secara optimal.
Copyrights © 2026