Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat disonansi kognitif pada penggemar BTS (ARMY) di Indonesia terkait persepsi apatisme idola dalam isu kemanusiaan Palestina. Metode dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan model deskriptif. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 101 orang, yang merupakan penggemar BTS (ARMY) di Indonesia berusia di atas 18 tahun. Instrumen penelitian menggunakan Skala Disonansi Kognitif berdasarkan teori Sweeney dkk yang terdiri dari emosi, kebijaksanaan pembelian, dan kekhawatiran atas kesepakatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 101 orang, terdapat 42,6% yang memiliki disonansi kognitif yang tinggi dan 37,6% memiliki disonansi kognitif yang sedang, serta 19,8% memiliki disonansi kognitif yang rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar penggemar BTS (ARMY) mengalami konflik antara keyakinan atau nilai pribadi dengan sikap idola terhadap isu kemanusiaan di Palestina atau dalam hal ini disebut disonansi kognitif. Dimensi yang paling berpengaruh pada penggemar BTS (ARMY) adalah emosional dan kekhawatiran atas kesepakatan, artinya sebagian besar penggemar BTS (ARMY) merasa marah, kecewa, dan bingung setelah mengetahui sikap apatis BTS terhadap isu kemanusiaan Palestina.
Copyrights © 2026