Perkembangan pesat media sosial seperti TikTok membawa tantangan baru dalam pembentukan karakter anak usia dini, khususnya terkait konten anomali yang berpotensi berdampak negatif. Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi guru PAUD dan orang tua terhadap konten anomali TikTok serta pengaruhnya pada pendidikan karakter anak usia dini di Kota Padangsidimpuan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan survei terhadap 100 responden (50 guru dan 50 orang tua) yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t independen, serta wawancara semi-terstruktur yang dianalisis secara tematik manual sebagai data kualitatif pendukung. Hasil survei menunjukkan bahwa guru memberikan nilai persepsi rata-rata sebesar 3,8 (SD = 0,6), sedangkan orang tua memberikan skor 3,6 (SD = 0,7), yang mengindikasikan kesadaran tinggi terhadap potensi dampak negatif konten TikTok. Uji t independen menghasilkan nilai t sebesar -1,79 dengan p-value 0,076 (0,05), yang menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan secara statistik antara persepsi kedua kelompok. Temuan kualitatif mengungkapkan kekhawatiran terkait pengaruh negatif konten serta perlunya kolaborasi dan literasi digital antara guru dan orang tua. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi anak menghadapi tantangan media sosial dan memperkuat pendidikan karakter di era digital.
Copyrights © 2026