Trichoderma asperellum merupakan jamur yang bersifat antagonis terhadap jamur patogen tanaman dan telah banyak dimanfaatkan dalam industri biopestisida dan biofertilizer. Pada skala industri, pengembangan T. asperellum umumnya dilakukan melalui fermentasi substrat padat menggunakan media yang sesuai. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk menentukan jenis media padat yang tepat dalam mendukung produksi konidia T. asperellum, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kuantitas dan kualitas T. asperellum pada berbagai media substrat padat. Media fermentasi yang digunakan terdiri atas beras jagung, gandum, millet, serta kombinasi beras jagung–millet, gandum–millet, dan gandum–beras jagung. T. asperellum diinkubasi selama 7 hari dalam labu Erlenmeyer dan kantong plastik tahan panas. Parameter yang diamati meliputi biomassa, kerapatan konidia, dan persentase perkecambahan konidia setelah 24 jam inkubasi. Biomassa tertinggi diperoleh pada media beras jagung dalam labu Erlenmeyer dengan rerata 8,06 g. Kerapatan konidia tertinggi diperoleh pada media millet, dengan rerata 17,64 spora/mL, sedangkan persentase perkecambahan konidia tertinggi diperoleh pada media beras jagung, dengan rerata 91,58%. Berdasarkan keseluruhan hasil tersebut, beras jagung merupakan media yang paling sesuai untuk produksi T. asperellum.
Copyrights © 2026