Desa Air Keruh, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim, merupakan wilayah dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani yang masih mengandalkan penjualan hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai tambah ekonomi yang diperoleh relatif rendah. Kondisi tersebut mendorong perlunya program pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan pengolahan pangan berbasis potensi lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam memproduksi tempe melalui proses fermentasi sebagai upaya penguatan ekonomi keluarga. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif yang meliputi pemutaran video proses pembuatan tempe, penyampaian materi mengenai tahapan fermentasi, serta praktik langsung pengemasan kedelai yang telah diinokulasi ragi. Peserta kemudian melanjutkan proses fermentasi secara mandiri di rumah selama 24-48 jam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu memproduksi tempe dengan kualitas baik, ditandai dengan terbentuknya miselium putih yang merata, tekstur padat, dan aroma khas tempe. Dari aspek ekonomi, pengolahan 4 kg kedelai dengan total biaya produksi sebesar Rp83.500 berpotensi menghasilkan pendapatan hingga Rp100.000, sehingga memberikan peluang peningkatan nilai tambah produk. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi fermentasi sederhana dapat menjadi strategi efektif dalam pemberdayaan perempuan desa serta penguatan ketahanan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026