Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN FERMENTASI TEMPE SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO RUMAH TANGGA DI DESA AIR KERUH Reni Septiyanti; Berliana Yusanti; Intan Permata Sari; Intan Triwika Delviana; Jery Dwi Putra Adha; Putri Rizki Aulia; Dwi Anggun Rahmawati; Nurazizah Nurazizah
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v6i2.6343

Abstract

Desa Air Keruh, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim, merupakan wilayah dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani yang masih mengandalkan penjualan hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai tambah ekonomi yang diperoleh relatif rendah. Kondisi tersebut mendorong perlunya program pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan pengolahan pangan berbasis potensi lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam memproduksi tempe melalui proses fermentasi sebagai upaya penguatan ekonomi keluarga. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif yang meliputi pemutaran video proses pembuatan tempe, penyampaian materi mengenai tahapan fermentasi, serta praktik langsung pengemasan kedelai yang telah diinokulasi ragi. Peserta kemudian melanjutkan proses fermentasi secara mandiri di rumah selama 24-48 jam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu memproduksi tempe dengan kualitas baik, ditandai dengan terbentuknya miselium putih yang merata, tekstur padat, dan aroma khas tempe. Dari aspek ekonomi, pengolahan 4 kg kedelai dengan total biaya produksi sebesar Rp83.500 berpotensi menghasilkan pendapatan hingga Rp100.000, sehingga memberikan peluang peningkatan nilai tambah produk. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi fermentasi sederhana dapat menjadi strategi efektif dalam pemberdayaan perempuan desa serta penguatan ketahanan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.
KETAATAN ANAK PEREMPUAN KEPADA ORANG TUA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: 1. Konsep Pendidikan Akhlak Islam, 2.Kedudukan Anak Perempuan dalam Islam, 3.Kewajiban Anak Perempuan kepada Orang Tua dalam Perspektif Islam Aulia Rahmania; Ilma Wasilah; Elsi Abelia; Dwi Anggun Rahmawati; Alihan Satra
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15215

Abstract

This study aims to examine the obligations of daughters toward their parents as an implementation of Islamic moral education (akhlak). Using a qualitative approach with library research method, this study analyzes various primary sources including the Qur’an, hadith, and classical Islamic texts, as well as secondary sources from relevant books and scientific journals. The results show that Islam places the obligations of daughters toward their parents as an integral part of moral education, encompassing: (1) filial piety and respect (birrul walidain), (2) obedience as long as it does not contradict Islamic law, (3) caring for and serving parents with affection, and (4) praying for their well-being. These obligations are not only vertical-transcendental but also shape the character and personality of true Muslims. Internalization of these values in Islamic moral education serves as a strong foundation for raising Muslimah generations of noble character. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kewajiban anak perempuan kepada orang tua sebagai implementasi pendidikan akhlak Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), penelitian ini menganalisis berbagai sumber primer berupa Al-Qur’an, hadis, dan kitab-kitab klasik, serta sumber sekunder berupa buku dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam menempatkan kewajiban anak perempuan kepada orang tua sebagai bagian integral dari pendidikan akhlak, mencakup: (1) berbakti dan hormat kepada orang tua (birrul walidain), (2) taat dan patuh selama tidak bertentangan dengan syariat, (3) merawat dan melayani orang tua dengan penuh kasih sayang, serta (4) mendoakan kebaikan dan keselamatan orang tua. Kewajiban-kewajiban ini tidak hanya bersifat vertikal-transendental, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian Muslim sejati. Internalisasi nilai-nilai ini dalam pendidikan akhlak Islam menjadi pondasi kokoh bagi pembentukan generasi Muslimah yang berakhlak mulia.