Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kapasitas Penyerapan Rantai Pasok (Supply Chain Absorptive Capacity/SCAC) dan Ketangkasan Rantai Pasok (Supply Chain Ambidexteri-ty/SCAB) terhadap Kelincahan Rantai Pasok (Supply Chain Agility/SCAG) dan Ketahanan Rantai Pasok (Supply Chain Resilience/SCR) pada industri konveksi di Jakarta pascapandemi COVID-19. Pandemi global telah menimbulkan gangguan signifikan terhadap operasional rantai pasok, sehingga menuntut perusahaan untuk memiliki kemampuan adaptasi dan ketahanan yang lebih kuat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Data diperoleh melalui survei kuesioner terhadap 180 responden dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa SCAC dan SCAB berpengaruh positif dan signifikan terhadap SCAG. Selanjutnya, SCAG terbukti berpengaruh positif terhadap SCR, sementara SCAC dan SCAB juga memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap SCR. Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan yang mampu menyerap pengetahuan eksternal secara efektif serta menyeimbangkan efisiensi operasional dan inovasi memiliki kemampuan yang lebih baik dalam merespons gangguan dan memulihkan kinerja rantai pasok. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan kajian manajemen rantai pasok, khususnya terkait peran ka-pasitas penyerapan dan ambidexterity dalam memperkuat kelincahan dan ketahanan rantai pasok pada industri manufaktur skala kecil dan menengah pascapandemi.
Copyrights © 2025