Paprika termasuk sebagai komoditi yang tidak awet/ mudah rusak (perishable commodity), baik setelah panen, maupun pada penyimpanan sehingga menurunkan tingkat penerimaan oleh konsumen. Sehingga penulis membuat penelitian dengan tujuan melihat pengaruh lama pencelupan dan bahan pelapisan serta kombinasinya terhadap susut bobot dan intensitas kerusakan buah paprika untuk mempertahankan umur simpan. Metode penelitian menggunakan RAL dengan pola faktorial, dimana Faktor A adalah Lama Pencelupan yaitu P0 =Pencelupan 0 menit (Kontrol), P2=Pencelupan 2 menit, P3=Pencelupan 3 menit, P4=Pencelupan 4 menit, P5=Pencelupan 5 menit. Faktor B adalah Bahan Pelapisan dengan 3 jenis bahan pelapisan, yaitu B=Lidah Buaya, L=Lilin Lebah dan BL=Lidah Buaya + Lilin Lebah sehingga terdapat 15 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pencelupan tidak memberikanan pengaruh nyata pada susut bobot dan intensitas kerusakan terhadap buah paprika. sedangkan bahan pelapisan memberikan pengaruh nyata dengan perlakuan terbaik L(Lilin Lebah). Pada perlakuan kombinasi terdapat interaksi antara lama pencelupan dan bahan pelapisan terhadap parameter susut bobot dan intensitas kerusakan.
Copyrights © 2026