Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan
Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)

Korelasi Tingkat Pengetahuan Dan Dukungan Layanan Kesehatan Dengan Kepatuhan Skrining IMS Pada Kelompok Berisiko

Achmad Hilal (Universitas Indonesia Timur)
Rezqiqah Aulia Rahmat (Universitas Bosowa)



Article Info

Publish Date
28 Jun 2026

Abstract

ABSTRACT Sexually Transmitted Infections (STIs) remain a major public health concern, particularly among high-risk groups. Limited knowledge about STIs and inadequate support from healthcare services may reduce the utilization of STI screening programs. Early screening is essential for detecting infections, preventing transmission, and reducing complications. This study aimed to determine the correlation between the level of knowledge and healthcare service support with compliance with STI screening among high-risk groups. This study used a quantitative analytical observational design with a cross-sectional approach. The study involved 100 respondents selected using purposive sampling. Data were collected using questionnaires measuring STI knowledge, healthcare service support, and STI screening compliance. Data analysis was performed using the Chi-Square test with a significance level of α=0.05. The results showed that 62% of respondents had good knowledge about STIs, 58% received good healthcare service support, and 65% complied with STI screening. Statistical analysis showed a significant correlation between knowledge level and STI screening compliance (p=0.001). A significant correlation was also found between healthcare service support and STI screening compliance (p=0.003). Higher STI knowledge levels and better healthcare service support are associated with increased compliance with STI screening among high-risk groups. Strengthening sexual health education, improving accessibility, and providing stigma-free healthcare services are important strategies to increase STI screening participation. Keywords: Knowledge, Healthcare Service Support, Compliance, STI Screening, High-Risk Groups   ABSTRAK Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih banyak ditemukan pada kelompok berisiko. Rendahnya pengetahuan mengenai IMS serta keterbatasan dukungan layanan kesehatan dapat menjadi hambatan dalam pelaksanaan skrining secara rutin. Skrining IMS berperan penting dalam deteksi dini, pencegahan penularan, dan pengendalian komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang IMS dan dukungan layanan kesehatan dengan kepatuhan melakukan skrining IMS pada kelompok berisiko. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 100 responden dari kelompok berisiko yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner mengenai tingkat pengetahuan IMS, dukungan layanan kesehatan, dan kepatuhan skrining IMS. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan IMS kategori baik (62%), mendapatkan dukungan layanan kesehatan yang baik (58%), dan patuh melakukan skrining IMS (65%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan skrining IMS (p=0,001) serta antara dukungan layanan kesehatan dengan kepatuhan skrining IMS (p=0,003). Tingkat pengetahuan yang baik dan dukungan layanan kesehatan yang memadai berhubungan dengan meningkatnya kepatuhan skrining IMS pada kelompok berisiko. Peningkatan edukasi kesehatan seksual dan penguatan layanan kesehatan yang ramah kelompok berisiko diperlukan untuk meningkatkan cakupan skrining IMS. Kata Kunci: Pengetahuan, Dukungan Layanan Kesehatan, Kepatuhan, Skrining IMS, Kelompok Berisiko

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

Barongko

Publisher

Subject

Education Engineering Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan (BaJIK) adalah jurnal peer-review nasional yang diterbitkan oleh Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia. Jurnal Ilmu Kesehatan ini bersifat open access atau akses terbuka serta bertujuan untuk berbagi dan mempromosikan kualitas layanan masyarakat dengan menerapkan ...