Amaliyah tadris adalah praktik mengajar atau istilah modern saat ini yaitu disebut dengan microteaching. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pelatihan kemampuan dasar pada santri untuk melaksanakan amaliyah tadris. Tempat penelitian di Madrasah Aliyah (MA) Darul Islah Kota Lubuklinggau, MA Darul Islah merupakan sekolah formal dari Pondok Pesantren Al-Azhaar Kota Lubuklinggau. Subjek penelitian adalah 1 orang mudir, 1 orang kepala MA Darul Islah, 1 orang project officer Niha’ie, 1 orang guru tarbiyah, 1 orang ketua panitia Niha’ie. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian diketahui bahwa strategi pemberian kemampuan dasar melalui amaliyah tadris sudah sangat baik. Seperti membuat rancangan pembelajaran dengan mengunakan metode, selain itu santri di tuntut untuk menguasai kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik. Penelitian ini baru, karena belum pernah sebelumnya dilakukan di MA Darul Islah Kota Lubuklinggau. Kontribusi penelitian dapat memberikan pemahaman bagi sekolah/madrasah lain yang ingin melaksanakan program amaliyah tadris, memberikan referensi bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian terkait amaliyah tadris
Copyrights © 2026