Tidak semua anak dapat tumbuh dalam lingkungan keluarga utuh, sebagian anak mengalami kehilangan pengasuhan orang tua akibat berbagai faktor, seperti kemiskinan, penceraian, maupun kondisi sosial lainnya. Sehingga lembaga seperti SOS Children’s Villages hadir sebagai alternatif yang memberikan perlindungan, pendidikan, dan pengasuhan bagi anak-anak yang membutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh yang diterapkan ibu asuh dalam membentuk karakter anak di SOS Children's Villages Desa Lapang, Aceh Barat. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap ibu asuh di panti asuhan. Analisis data dilakukan melalui redaksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori Gaya Pengasuhan Diana Baumrind. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan termasuk dalam kategori pola asuh demokratis (authoritative), ditandai dengan keseimbangan antara aturan yang terstruktur dan kebebasan bertanggung jawab bagi anak. Kemandirian anak dibentuk melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mencuci pakaian sendiri dan membiasakan anak belajar menyelesaikan kebutuhan pribadi. Anak-anak diberikan kebebasan memilih jalur pendidikan serta mendapat dukungan pengembangan minat dan bakat. Ibu asuh berperan aktif medampingi, membimbing, dan menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat. Selain itu, anak-anak memiliki jadwal kegiatan teratur yang mendukung pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab. Pola asuh demokratis ini terbukti efektif membentuk karakter anak menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak baik.
Copyrights © 2026