Masyarakat Bima memiliki syair yang dikhususkan bagi perempuan Bima. Penelitian ini bertujuan untuk mengabstraksikan muatan dalam syair tersebut yang dianggap sebagai suatu wacana yang berupaya melaksanakan praktik ideologi patriarki. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan penelusuran pustaka, penyimakan, dan pencatatan data-data yang relevan. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan data-data yang diperoleh sesuai dengan konsep teori analisis wacana Teun A van Dijk. Hasil dalam penelitian ini menemukan empat poin utama pengimplementasian ideologi patriarki melalui wacana. Pertama, wacana sebagai percakapan yang dilontarkan dalam keluarga sebagai petuah para orang tua bagi anak-anak perempuan mereka. Kedua, lingkungan sosial dapat menjadi ruang bagi wacana berperan dalam praktik sosialnya. Ketiga, rekognisi sosial terhadap syair perempuan Bima dapat diperoleh melalui proses percakapan dan praktik sosialnya di masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada perempuan mengapa muatan isi syair begitu dianjurkan bagi mereka. Keempat, pembeberan bahwa upaya-upaya tersebut merupakan suatu bentuk praktik ideologi patriarki dalam masyarakat.
Copyrights © 2026