Penelitian ini mengkaji dinamika perubahan penggunaan pemaliq sebagai salah satu produk budaya masyarakat Sasak Bayan di Lombok Utara. Pemaliq yang merupakan bentuk larangan atau pantangan dalam tradisi lisan Sasak, mengalami transformasi makna, bentuk, dan praktik seiring perkembangan zaman. Perubahan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain keterbukaan masyarakat terhadap budaya luar, perkembangan teknologi, serta perubahan cara pandang generasi muda terhadap nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model etnografi, serta memanfaatkan teori perubahan budaya Malinowski dan teori linguistik antropologi Foley untuk menganalisis pergeseran makna dan praktik pemaliq dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan pemaliq tercermin dalam penggantian istilah lokal dengan istilah nasional, penyesuaian perilaku berdasarkan perkembangan zaman, serta hilangnya sebagian bentuk dan nilai pemaliq akibat difusi budaya modern. Kendati demikian, pemaliq masih memiliki peran penting dalam membentuk identitas budaya, menjaga norma sosial, serta merepresentasikan pandangan hidup masyarakat Sasak Bayan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian dan revitalisasi nilai-nilai pemaliq agar tetap relevan dengan konteks kehidupan modern tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Copyrights © 2026