Penelitian ini mengkaji representasi kesadaran ekologis sebagai strategi bertahan hidup dalam novel Kisah Ganjil Pelaut dan Keturunannya karya Dewanto Amin Sadono. Permasalahan penelitian berfokus pada bagaimana kesadaran ekologis dibangun melalui pengalaman tokoh utama, Taslani dan Caslani, yang tinggal di daerah pesisir Pekalongan Utara, lingkungan yang ditandai dengan kelimpahan biota laut dan ancaman ekologis seperti abrasi dan gelombang ekstrem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap bentuk-bentuk kesadaran ekologis dan strategi bertahan hidup yang dibentuk oleh hubungan intensif tokoh-tokoh tersebut dengan lingkungan pesisir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sastra ekokritik. Data dikumpulkan melalui pembacaan teks secara saksama, berfokus pada deskripsi naratif, dialog, dan simbol ekologis, dan dianalisis secara interpretatif untuk mengkaji hubungan manusia-alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alam digambarkan sebagai entitas aktif yang menentukan hidup dan mati. Kesadaran ekologis dimanifestasikan dalam praktik-praktik konkret, termasuk pelestarian vegetasi pesisir melalui penanaman jelatang dan dedalu, pembatasan kegiatan penangkapan ikan saat gelombang tinggi, dan penggunaan mitos lokal Dewi Lanjar sebagai mekanisme adaptasi budaya. Tubuh Caslani, yang dibentuk oleh kerja fisik dan pertemuan berulang dengan laut, berfungsi sebagai arsip hidup dari pengetahuan ekologis praktis. Studi ini menyimpulkan bahwa kesadaran ekologis dalam novel tersebut tidak hanya beroperasi sebagai wacana tetapi juga sebagai praktik etis dan adaptif yang membimbing kelangsungan hidup, menyoroti peran strategis sastra dalam mendokumentasikan pengalaman ekologis yang dialami.
Copyrights © 2026