Transformasi lanskap kualifikasi global mendorong meningkatnya perhatian akademik terhadap micro-credentials dan sertifikasi industri, khususnya dalam konteks pendidikan kejuruan bidang teknologi informasi (TVET-TI). Namun, peta penelitian yang komprehensif tentang topik ini masih sangat terbatas, terutama dari perspektif negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan struktur intelektual, tren perkembangan, dan arah riset masa depan tentang micro-credentials serta digital badges melalui analisis bibliometrik berbasis data Scopus. Menggunakan pendekatan bibliometrik dengan dukungan VOSviewer dan Bibliometrix/R, studi ini menganalisis 107 artikel yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025, diperoleh melalui boolean search terstruktur pada database Scopus. Hasil analisis menunjukkan pertumbuhan publikasi yang konsisten dari 9 artikel (2020) menjadi 26 artikel (2025), dengan dominasi negara-negara anglofon seperti Amerika Serikat, Australia, dan Inggris. Kata kunci dominan mencakup digital badges (n=34), microcredentials (n=21), dan higher education (n=15), sementara konteks TVET-TI dan sertifikasi industri masih sangat minim (n<5). Pemetaan tematik mengidentifikasi empat klaster penelitian utama: implementasi dan adopsi, motivasi dan keterlibatan, pengakuan industri, serta kerangka kualitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa penelitian tentang micro-credentials dalam konteks pendidikan vokasi TI, khususnya di Asia Tenggara dan Indonesia, merupakan wilayah riset yang belum terjamah dan memiliki urgensi yang tinggi. Implikasi penelitian ini mendukung pengembangan kebijakan kredensial berbasis kompetensi industri TI dalam sistem TVET nasional.
Copyrights © 2025