Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Konsep Entrepreneur Dalam Dunia Pendidikan Alzet Rama; Ganefri Ganefri; Asmar Yulastri
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 8, No 1 (2022): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202222264

Abstract

kata Entreprenuership dan Entrepreneur terkadang masih ada yang mengganggap kedua kata tersebut memiliki definisi yang sama. Adapun kata entrepreneur berasal dari bahasa Perancis "entre" dan “prendre” . Sebutan entrepreneur digunakan pertama kali pada abad 18 untuk seseorang yang berperan sebagai «perantara» antara beberapa pihak dalam proses transaksi perdagangan.Metode penelitinan ini menggunakan metode penelitian studi pustaka. Metode penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka. metode studi kepustakaan merupakan sebuah metode yang merujuk dan mensitasi referensi ilmiah yang terkait dengan UMKM di sumatera Barat. Unsur-unsur entrepreneurship merupakan The entrepreneur,Inovation,Organization creation,Creating value,Profit dan non profit, Growth, Uniqueness.Process. karakteristik entrepreneurship yaitu Risk taking, Innovatives, Locus of Control, Need for Achievement, Self Efficacy Tolerance of Ambiguity. Entrepreneurship pendidikan ada beberapa metode yaitu Termasuk mata kuliah kewirausahaan, Mencantumkan jiwa entrepreneurship dalam setiap mata pelajaran, Mengurutkan dan memilih informasi (teori) yang paling relevan dengan tujuan masing-masing mata pelajaran sambil, sejauh mungkin, memberikan bobot pada penerapannya sesuai dengan penerapan contoh nyata di daerah setempat. Ini juga perlu untuk beralih dari instruksi kelas yang membosankan ke kerja lapangan yang menarik. Dengan berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler atau pertumbuhan pribadi.
Penerapan strategi inquiri terhadap hasil belajar siswa pada kelas VIII SMP Alzet Rama; Ambiyar Ambiyar; Fadhilah Fadhilah; Andri Dermawan
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 8, No 2 (2022): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202222531

Abstract

Berdasarkan hasil observasi bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA belum mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM) yang telah ditetapkan, dan siswa kelas VIII kurang aktif dalam pembelajaran serta kurang semangat dalam belajar IPA. Untuk itu diperlukan strategi yang membutuhkan siswa untuk menemukan sesuatu, memecahkan masalah, dan melibatkan siswa dalam pembelajaran yaitu dengan menggunakan strategi inquiri.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi inquiri terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas VIII di SMP N 2 Kota Solok.Penelitian erbentuk kuantitatif quasy experiment. Populasi penelitian siswa kelas VIII SMPN 2 Kota Solok, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIII.3 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data berbentuk tes tertulis. Alat pengumpul data adalah lembar soal dan lembar jawaban tes berbentuk obyektif sebanyak 40 butir soal. Jenis data berupa hasil belajar siswa. Sumber datanya adalah siswa. Data diolah dengan menggunakan t-test.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan didapatkan rata-rata hasil belajar siswa pada kelas VIII1 sebagai kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas VIII3 sebagai  kontrol. Hal ini dapat dilihat pada nilai rata-rata nilai 82,42 pada kelas eksperimen dan 74,67 pada kelas kontrol. Hasil analisis dengan menggunakan t-test menunjukkan hasil thitung  4,49 sedangkan ttable 2,00 pada taraf kepercayaan 0,05, sehingga thitung>ttable. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa yang menggunakan staregi inquiri dengan pembelajaran konvensional.
Konsep Fungsi dan Prinsip Manajemen Pendidikan Alzet Rama; Muhammad Giatman; Hasan Maksum; Andri Dermawan
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 8, No 2 (2022): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202222519

Abstract

Manajemen pendidikan merupakan suatu struktur organisasi yang teratur dan berada dalam dunia pendidikan. Pendidik dan manajemen pendidikan merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh pendidik, tenaga kependidikan, dan lembaga pendidikan sampai akhir. Manajemen kependidikan adalah kegiatan yang menyangkut penetapan norma, standar, prosedur, pengangkatan, pembinaan, pengurusan, tunjangan, dan pemberhentian tenaga kependidikan sekolah dalam rangka menunaikan tugas dan fungsinya dalam mencapai tujuan sekolah.Metode penelitian ini mensitasi artikel untuk mengambil kesimpulan dalam penelitian. manajemen pendidikan memiliki fungsi dan tugas yaitu perencanaan, perekrutan, penempatan kerja,kompensasi, pembinaan dan pengembangan, dan mengevaluasi.Prinsip prinsip manajemen adalah pernyataan atau kebenaran mendasar yang menjadi pedoman untuk menyelesaikan tugas membimbing upaya untuk mencapai keseimbangan terbaik dalam proses pencapaian tujuan sebaik-baiknya.prinsip prinsip manajemen yang dibagi menjadi 14 bagian, yaitu division of work,authority and responsibility,discipline, unity of command, unity of direction, sub ordination of individual interest to general interest, remuneration of personnel, centralization, scalar chain, order, equity, stability of tonure of personnel, initiative. ecsprit de corps. Maka kepemimpinan pendidikan dapat dipahami sebagai upaya memimpin orang orang yang telah ditentukan. Melalui perencanaan tenaga kerja, rekrutmen, seleksi, penempatan, kompensasi, pengembangan, dan proses pemutusan hubungan kerja. Manajemen pendidikan yaitu perencanaan, perekrutan, penempatan kerja,kompensasi, pembinaan dan pengembangan, dan mengevaluasi.
Vocational Technology Education Innovation: Building a Generation of Experts in the Digital Age Rama, Alzet; Ambiyar, Ambiyar; Lapisa, Remon; Verawardina, Unung
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 9, No 2 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202323361

Abstract

This article discusses the importance of innovation in vocational technology education as an effort to build a generation of experts who are competent in facing the challenges of the digital era. In the context of rapid technological development, vocational technology education needs to adapt to remain relevant to the demands of modern industry. This article highlights several key aspects of vocational technology education innovation, including curriculum adaptation relevant to industry developments, the application of practical and project-based learning, the utilization of technology in the learning process, collaboration with industry, as well as the development of soft skills. Through this innovative approach, it is expected that vocational technology education is able to produce graduates who not only have strong technical skills, but are also able to adapt, innovate, and contribute significantly in the ever-evolving world of work. With a focus on building a generation of experts in the digital era, this article.
AI-driven IoT system for smart pet healthcare: real-time monitoring and early disease detection Rama, Alzet; Lofandri, Wiki
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202526169

Abstract

The rapid growth of the pet care industry highlights the urgent need for innovative technologies that ensure the health and well-being of companion animals. Conventional approaches to pet healthcare often rely on periodic veterinary visits, which may delay the detection of early symptoms and compromise preventive care. This study proposes an AI-driven Internet of Things (IoT) system for real-time monitoring and early disease detection in pets. The system integrates wearable IoT sensors to continuously capture physiological and behavioral data—such as heart rate, temperature, activity levels, and sleep patterns—and transmits them to a cloud-based platform. Machine learning algorithms are then employed to analyze these multimodal data streams, enabling predictive insights into potential health risks. Unlike previous research that focuses primarily on livestock monitoring, this work emphasizes companion animals, providing a tailored solution for urban households. A prototype implementation demonstrates the feasibility of combining IoT-enabled data collection with artificial intelligence for anomaly detection and early warning alerts. The proposed framework not only improves pet healthcare management but also supports veterinarians in delivering data-driven diagnoses. This approach introduces a scalable model for the next generation of smart pet healthcare systems, aligning with global trends in digital health and personalized animal care
Konsep Filsafat Pendidikan Kejuruan Dalam Dunia Kerja Rama, Alzet; Jalinus, Nizwardi; Abdullah, Rijal; Dermawan, Andri
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 23, No 1 (2023): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.03560

Abstract

Indonesia sedang mempersiapkan sekolah untuk mengantisipasi perubahan tersebut Sekolah menengah kejuruan didasarkan pada 3 tujuan utama, yaitu persiapan Lulusan bisa bekerja, maju dan disebut entrepreneur. Entrepreneur menawarkan sekolah menengah kejuruan harus menerima: 1) Menyiapkan siswa yang memiliki kualifikasiMenawarkan pekerjaan untuk masuk ke kehidupan profesional, 2) Mempersiapkan siswa Melanjutkan pendidikan untuk universitas, 3) persiapan siswa bekerja secara mandiri dalam berwirausaha. Terjadinya kemerosotan nilai dalam masyarakat sebagai akumulasi dari proses pengajaran yang lebih menekankan pada perubahan pengetahuan daripada perubahan nilai dalam sistem pendidikan memaksa para pelaku pendidikan di Indonesia untuk menata kembali pilar-pilar filosofi pendidikan yang dimulai pendidikan. Pendidikan kejuruan adalah pendidikan pra-profesi, dibentuk dengan menggabungkan pengajaran teoretis dan pengalaman praktis untuk tugas-tugas khusus di bidang pertanian, bisnis atau industri, yang ditawarkan oleh banyak sekolah menengah kejuruan dan perguruan tinggi khusus, seperti perguruan tinggi pertanian, sekolah teknik atau lembaga pendidikan teknik. Akan terjadi sinergi antara filsafat, teori pendidikan dan bidang implementasinya untuk mencapai tujuan yang meningkatkan harkat dan martabat manusia dan nilai pendidikan Ada 3 jenis filosofi tujuan TTVET, yaitu: (1) esensialitas, (2) pragmatis dan (3) rekonstruksi pragmatis. <w:LsdException Locked="false" Priority="52" Name="Grid T
Konsep hybrid education dalam pembelajaran olahraga: model kolaborasi online-offline untuk transfer keterampilan praktis Rama, Alzet; Lofandri, Wiki; Dermawan, Andri; Firmanjaya Saputra, Anggi
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202526283

Abstract

Disrupsi digital dalam pendidikan, khususnya pembelajaran olahraga, semakin terakselerasi oleh pandemi COVID-19. Peralihan paksa ke pembelajaran jarak jauh mengungkap keterbatasan pendekatan online murni dalam mengajarkan keterampilan psikomotorik yang memerlukan umpan balik dan koreksi fisik langsung. Di sisi lain, pembelajaran tatap muka tradisional juga memiliki kelemahan dalam fleksibilitas dan personalisasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merumuskan sebuah model konseptual pendidikan hibrid yang sinergis untuk pendidikan jasmani. Melalui studi literatur konseptual dengan menganalisis temuan dari bidang blended learning, pedagogi olahraga, dan psikologi motorik, diusulkan sebuah model hibrid siklus tiga fase terintegrasi. Model ini terdiri dari: (1) Fase Online (sebelum praktik) untuk persiapan kognitif, (2) Fase Offline (saat praktik) untuk akuisisi keterampilan dan koreksi langsung, dan (3) Fase Online (setelah praktik) untuk refleksi dan penguatan melalui analisis video. Diskusi menjelaskan bagaimana model ini didukung oleh Teori Schema Schmidt, di mana setiap fase secara strategis membangun dan memperkuat recall schema dan recognition schema guna mendukung transfer keterampilan yang optimal. Kesimpulannya, model konseptual ini menawarkan kerangka kerja sistematis untuk menciptakan pengalaman belajar olahraga yang holistik. Dengan memadukan keunggulan lingkungan online dan offline secara sinergis, model ini berpotensi meningkatkan penguasaan keterampilan praktis secara signifikan. Penelitian mendatang perlu menguji model ini secara empiris serta mengeksplorasi integrasi teknologi imersif dan kecerdasan buatan untuk personalisasi umpan balik.
Teori dan prinsip e-counseling adaptif: integrasi konseling kinerja atlet dengan sistem pendukung keputusan berbasis data Rama, Alzet; Lofandri, Wiki
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202426285

Abstract

Dalam konseling kinerja atlet, penelitian ini mengusulkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan prinsip psikologi olahraga, teknologi e-counseling, dan sistem pendukung keputusan (DSS) berbasis data. Studi konseptual dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif analitis melalui tinjauan literatur yang menyeluruh. Hasil penelitian menghasilkan model sinergis di mana e-counseling memberikan platform yang fleksibel dan mudah digunakan, sementara DSS memberikan fondasi ilmiah untuk personalisasi intervensi dengan menganalisis data psikometrik, fisiologis, dan prestasi atlet. Integrasi ini memungkinkan pendekatan konseling yang dinamis, responsif, dan berbasis bukti untuk beradaptasi terhadap perubahan kondisi mental atlet secara real-time. Menurut diskusi, model ini menunjukkan pergeseran paradigma dari pendekatan konseling generik dan statis ke pendekatan yang proaktif, tepat, dan terpersonalisasi. Meskipun implementasi kerangka e-counseling inovatif ini memerlukan kolaborasi multidisipliner dan penyelesaian masalah etika dan teknis terkait infrastruktur dan kerahasiaan data, ditemukan bahwa itu menawarkan solusi inovatif untuk tantangan personalisasi dalam konseling modern
Vocational Technology Education Innovation: Building a Generation of Experts in the Digital Age Rama, Alzet; Ambiyar, Ambiyar; Lapisa, Remon; Verawardina, Unung
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202323361

Abstract

This article discusses the importance of innovation in vocational technology education as an effort to build a generation of experts who are competent in facing the challenges of the digital era. In the context of rapid technological development, vocational technology education needs to adapt to remain relevant to the demands of modern industry. This article highlights several key aspects of vocational technology education innovation, including curriculum adaptation relevant to industry developments, the application of practical and project-based learning, the utilization of technology in the learning process, collaboration with industry, as well as the development of soft skills. Through this innovative approach, it is expected that vocational technology education is able to produce graduates who not only have strong technical skills, but are also able to adapt, innovate, and contribute significantly in the ever-evolving world of work. With a focus on building a generation of experts in the digital era, this article.
Conceptualizing career counseling for the human-centric industry 5.0: an integrative framework for TVET Rama, alzet; Lofandri, Wiki; Mukhlizul Fuad, Saftrian; Fadillah Sallamah, Siti
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202526687

Abstract

Artikel ini mengusulkan sebuah kerangka konseptual konseling karir yang responsif terhadap tuntutan human-centric dan keberlanjutan pada era Industri 5.0 dalam Pendidikan Kejuruan (Vocational Education). Kerangka ini dibangun atas tiga pilar filosofis: human-centricity, keberlanjutan (sustainability), serta ketangguhan dan adaptabilitas (resilience and adaptability). Melalui analisis teori konseling karir kontemporer seperti Career Construction Theory, Life Design Approach, dan Happenstance Learning Theory, penelitian ini menyusun model integratif bernama “Human-Centric Career Counseling for TVET 5.0”. Model ini menekankan empat dimensi intervensi: Self & Meaning, Technical & Digital Synergy, Ecological & Social Sustainability, dan Adaptive Career Management. Tujuannya adalah menggeser orientasi konseling dari sekadar penempatan kerja (job matching) menuju pembentukan Sustainable and Adaptive Career Agents, individu yang tidak hanya terampil teknis, tetapi juga reflektif, adaptif, serta memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Artikel ini memberikan landasan teoretis dan rekomendasi praksis bagi konselor, lembaga vokasi, dan pembuat kebijakan, meskipun masih memerlukan pengujian empiris lebih lanjut