Penelitian ini berupaya merespons tantangan kesenjangan teknologi di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), khususnya di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, dimana keterbatasan akses internet masih menjadi hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran geografi yang memerlukan visualisasi spasial secara optimal. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan inovasi pembelajaran yang dapat diimplementasikan tanpa ketergantungan pada koneksi internet, sehingga tetap mampu mendukung peningkatan pemahaman spasial siswa. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran geografi berbasis VR/AR offline untuk meningkatkan pemahaman spasial siswa. Menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall yang dimodifikasi, penelitian melibatkan 30 siswa SMPN 1 Malaka. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan instrumen pretest-posttest, kemudian dianalisis menggunakan NVivo untuk data kualitatif dan SPSS untuk data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman spasial sebesar 35% dengan effect size besar (Cohen’s d = 1,59). Respon pengguna sangat positif dengan skor kemudahan penggunaan 4,4/5 dan daya tarik visual 4,7/5. Penelitian berhasil menghasilkan model pembelajaran VR/AR offline yang valid, praktis, dan efektif serta dapat diimplementasikan di daerah 3T lainnya dengan adaptasi konten lokal.
Copyrights © 2026