Wilayah perbatasan Indonesia, seperti Kabupaten Malaka di Nusa Tenggara Timur, memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, namun masih minim media edukasi kebencanaan berbasis budaya lokal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan permainan tradisional Dodakado sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan mitigasi bencana dan kesadaran ekologis siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) model ADDIE dengan pendekatan mixed-methods. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas VII–IX di SMPN Satap Wamean. Data kuantitatif diperoleh melalui pretest dan posttest, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan NVivo 12. Peningkatan hasil belajar dihitung menggunakan normalized gain (N-Gain) berdasarkan Hake (1999), yaitu perbandingan selisih skor pretest dan posttest dengan selisih skor maksimum ideal dan pretest. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada pengetahuan mitigasi bencana (gain 162%; Cohen’s d=2.69; p<0.001) dan kesadaran ekologis (gain 95%; Cohen’s d=3.00; p<0.001). Nilai gain yang tinggi mencerminkan peningkatan relatif terhadap skor awal yang rendah. Analisis kualitatif menunjukkan bahwa integrasi simbol dan narasi budaya dalam permainan meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa (kepadatan tema 34,9%). Disimpulkan bahwa permainan Dodakado berbasis kearifan lokal efektif sebagai media edukasi kebencanaan yang partisipatif dan kontekstual bagi siswa di wilayah perbatasan.
Copyrights © 2026