Perkembangan TikTok sebagai platform komunikasi digital yang masif mendorong munculnya beragam bentuk bahasa gaul yang berpotensi memengaruhi penggunaan kaidah bahasa Indonesia di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk bentuk bahasa gaul dan variasi bahasa dalam komentar video trending TikTok serta menganalisis implikasinya terhadap kebebasan berekspresi dan lunturnya kaidah bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data berupa tuturan tertulis dari kolom komentar video trending TikTok kategori For Your Page (FYP) yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi teori pembentukan kata Muslich (2008), teori variasi bahasa Chaer dan Agustina (2010), serta EYD Edisi V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa gaul yang ditemukan meliputi pemendekan kata, akronim, pembentukan kreatif, dan istilah viral, sedangkan variasi bahasa meliputi ragam tidak baku, campur kode, dan pengaruh bahasa asing. Penggunaan bahasa gaul berfungsi sebagai penanda identitas kelompok, sarana solidaritas sosial, dan wadah kreativitas linguistik. Namun di sisi lain, dominasi ragam tidak baku dan campur kode berpotensi melunturkan kaidah bahasa Indonesia. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi bahasa digital bagi generasi muda agar mampu menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan pemertahanan kaidah bahasa Indonesia. Kata Kunci: Bahasa gaul, variasi bahasa, sosiolinguistik, kebebasan ekspresi, kaidah bahasa Indonesia
Copyrights © 2026