Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya selisih Biaya Overhead Pabrik (BOP) menggunakan pendekatan Model Dua Selisih serta mengevaluasi tingkat efektivitas manajemen dalam mengendalikan biaya produksi pada PT Kaleng Raya Sidoarjo berdasarkan data sekunder tahun 2020. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode studi dokumentasi dan studi pustaka, data utama penelitian ini diperoleh kembali dari penelitian terdahulu. Hasil analisis data menunjukkan bahwa PT Kaleng Raya Sidoarjo menetapkan tarif BOP berdasarkan kapasitas normal sebesar 13.000 jam mesin dengan realisasi kapasitas sesungguhnya sebesar 12.400 jam mesin. Berdasarkan perhitungan Model Dua Selisih, diperoleh selisih terkendalikan (controllable variance) yang bersifat menguntungkan (favorable) sebesar Rp27.761.548, yang mengindikasikan manajemen telah berhasil mengelola pengeluaran operasional overhead secara efektif. Namun, ditemukan selisih volume (volume variance) yang bersifat merugikan (unfavorable) sebesar Rp283.846.192 karena kapasitas mesin atau pabrik yang menganggur (idle capacity). Secara akumulatif, total selisih BOP akhir bernilai merugikan (unfavorable) sebesar Rp256.084.644. Dengan demikian, pengendalian biaya overhead pabrik pada perusahaan tersebut dinilai belum sepenuhnya efektif akibat pemanfaatan kapasitas produksi yang belum optimal. Kata Kunci: Biaya Overhead Pabrik, Model Dua Selisih, Selisih Terkendalikan, Selisih Volume, Pengendalian Biaya.
Copyrights © 2026