Lirik lagu sebagai bagian dari teks budaya tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga menjadi sarana penyampaian pengalaman sosial dan representasi identitas, termasuk representasi perempuan. Salah satu lagu yang menarik untuk dikaji adalah Tutur Batin karya Yura Yunita yang mengangkat tema pergulatan batin, tekanan sosial, dan penerimaan diri perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perempuan dalam lirik lagu Tutur Batin melalui posisi subjek, objek, dan pendengar menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Sara Mills. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan Analisis Wacana Kritis model Sara Mills. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dalam lagu Tutur Batin direpresentasikan sebagai subjek utama yang memiliki otoritas untuk menceritakan pengalaman dan membangun makna atas dirinya sendiri. Posisi objek direpresentasikan melalui hadirnya pihak luar dan konstruksi sosial yang memberikan tekanan serta penilaian terhadap perempuan. Sementara itu, pendengar diposisikan untuk memahami pengalaman emosional perempuan dan membangun empati terhadap proses penerimaan diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu Tutur Batin menghadirkan wacana pemberdayaan perempuan melalui pergeseran posisi perempuan dari objek penilaian menjadi subjek yang memiliki kuasa atas identitas dan pengalaman hidupnya. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas kajian pada karya musik populer lainnya menggunakan perspektif analisis wacana dan gender.
Copyrights © 2026